Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
BERITA

Gus Lilur Ingatkan NU Jaga Independensi dari Kepentingan Politik Jelang Muktamar ke-35

Oleh Emanuel August 19, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, menyuarakan peringatan penting menjelang Muktamar ke-35 NU. Ia menekankan agar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini tidak boleh disalahgunakan sebagai ‘kendaraan politik’ untuk mengamankan kepentingan sesaat.

Pesan Gus Lilur ini disampaikan sebagai antisipasi agar NU tetap teguh pada khittahnya sebagai organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada dakwah Islam dan pelayanan masyarakat, terlepas dari manuver politik praktis. Ia menegaskan bahwa independensi NU sangat krusial agar tidak tergerus oleh tarik-menarik kepentingan politik yang bisa mengaburkan tujuan utamanya.

Dalam pandangannya, NU memiliki sejarah panjang dan peran vital dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, menjaga marwah dan independensinya dari agenda-agenda politik yang bersifat transaksional adalah sebuah keharusan. Gus Lilur berargumen bahwa ‘kendaraan politik’ seringkali bersifat sementara dan memiliki agenda yang berbeda dengan visi jangka panjang NU sebagai organisasi keagamaan yang melayani umat dan bangsa.

Lebih lanjut, Gus Lilur mengingatkan bahwa jika NU sampai terperosok menjadi ‘kendaraan politik’, maka potensi perpecahan di internal organisasi akan semakin besar. Perbedaan pandangan politik yang tajam bisa merusak tatanan internal dan mengalihkan fokus dari program-program pemberdayaan umat. Ia berharap para pengurus dan warga NU dapat meneladani para pendahulu yang senantiasa menjaga kemandirian organisasi.

Peringatan ini relevan disampaikan mengingat semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Momen tersebut seringkali menjadi ajang penting bagi berbagai pihak untuk menyalurkan aspirasi, termasuk aspirasi politik. Gus Lilur berpesan agar seluruh elemen NU menjadikan Muktamar sebagai momentum untuk memperkuat kembali komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, bukan sebagai arena perebutan pengaruh politik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp