Sunday, 30 August 2026
BREAKING
POLITIK

Panglima Jilah: Karhutla Kalimantan Bukan Akibat Ladang Adat

Oleh Danu Ilham August 30, 2026 47 minutes lalu 0 komentar

Panglima Jilah, tokoh adat Kalimantan, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut saat ini tidak sepatutnya disimpulkan begitu saja sebagai dampak aktivitas ladang masyarakat adat. Penegasan ini disampaikan setelah dirinya bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Selasa, 19 September 2023.

Dalam pertemuan tersebut, Panglima Jilah secara gamblang menyampaikan pandangannya mengenai akar permasalahan karhutla yang seringkali disalahartikan. Ia menekankan pentingnya melihat lebih dalam sebelum menarik kesimpulan yang terburu-buru, terutama terkait peran masyarakat adat yang dinilainya kerap menjadi kambing hitam.

“Kami masyarakat adat ini kan sudah hidup turun-temurun di hutan ini. Kebiasaan kami bertani itu adalah ladang berpindah yang sifatnya menjaga keseimbangan alam. Tidak mungkin kami merusak rumah kami sendiri,” ujar Panglima Jilah kepada awak media usai pertemuan dengan Prabowo. Pernyataan ini mengindikasikan adanya pandangan yang berbeda antara masyarakat adat dan pihak-pihak yang cenderung menyalahkan mereka.

Lebih lanjut, Panglima Jilah mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto menyambut baik aspirasi dan penjelasan yang disampaikan olehnya. Ia merasa lega karena pandangannya diterima dengan baik oleh Menteri Pertahanan. “Pak Prabowo sangat terbuka dan memahami apa yang kami sampaikan. Beliau berjanji akan menindaklanjuti,” tambahnya.

Pertemuan antara Panglima Jilah dan Prabowo Subianto ini diharapkan dapat membuka perspektif baru dalam penanganan karhutla di Kalimantan. Fokus pada penyebab yang sesungguhnya, bukan pada asumsi yang belum tentu benar, menjadi kunci utama untuk menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat adat tidak lagi menjadi pihak yang disudutkan secara tidak adil atas bencana ekologis yang terjadi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp