Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
BERITA

Panduan Lengkap Puasa Sunnah Senin-Kamis: Niat, Tata Cara, dan Keutamaan

Oleh Emanuel August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Puasa sunnah Senin dan Kamis merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam, memiliki tata cara khusus, niat yang perlu dibaca, serta berbagai keutamaan bagi yang menjalankannya. Amalan ini menjadi pilihan bagi umat Muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah yang ringan namun berpahala.

Pelaksanaan puasa sunnah Senin dan Kamis mengikuti kaidah puasa pada umumnya, namun dengan waktu yang spesifik yaitu pada hari Senin dan Kamis. Niat puasa ini dapat diucapkan dalam bahasa Arab maupun Latin, disertai pemahaman akan maknanya.

Niat puasa Senin dapat diucapkan, misalnya, “Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala,” yang berarti “Saya berniat puasa hari Senin karena Allah Ta’ala.” Sementara itu, niat puasa Kamis adalah “Nawaitu shouma yaumal khomisi sunnatan lillahi ta’ala,” yang memiliki arti “Saya berniat puasa hari Kamis karena Allah Ta’ala.” Niat ini sebaiknya diucapkan sebelum fajar menyingsing atau sebelum waktu imsak.

Tata cara puasa Senin-Kamis tidak berbeda jauh dengan puasa sunnah lainnya. Dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Muslim yang menjalankannya wajib menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Saat berbuka, dianjurkan untuk menyegerakannya setelah matahari terbenam, sebagaimana ajaran Rasulullah SAW.

Keutamaan puasa Senin-Kamis dijelaskan dalam beberapa hadits. Salah satunya, puasa ini menjadi waktu untuk melaporkan amal ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Amal-amal itu ditunjukkan (pada Allah) setiap pekannya dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka, pada hari itu gugurlah dosa-dosa orang yang beriman (atau terampuni), kecuali dua orang yang saling bermusuhan. Dikatakan, ‘Tinggalkan kedua orang ini sampai mereka berdamai.'” (HR. Muslim).

Selain itu, puasa Senin-Kamis juga merupakan bentuk meneladani Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Aisyah RA, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersemangat dan menjaga puasa hari Senin dan Kamis.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i). Keutamaan lain yang disebutkan adalah sebagai sarana untuk membersihkan diri dan meningkatkan ketakwaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp