Sebuah pameran arsip yang menampilkan karya, perjalanan hidup, hingga misteri hilangnya penyair Wiji Thukul kini tengah digelar di Gramedia Makarya Matraman, Jakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga ingatan publik terhadap sosok Wiji Thukul, seorang aktivis dan seniman yang karyanya masih relevan hingga kini.
Pameran yang dibuka pada 20 Mei 2024 ini menghadirkan berbagai materi yang merefleksikan kehidupan Wiji Thukul. Mulai dari puisi-puisi orisinalnya, foto-foto dokumentasi, hingga berbagai arsip lain yang menunjukkan kiprahnya di dunia seni dan aktivisme.
Kurator pameran, yang juga merupakan putri dari Wiji Thukul, Fitri Nganthi Wani, menyampaikan bahwa pameran ini adalah upaya keluarganya untuk terus menyuarakan keberadaan ayahnya. “Pameran ini adalah cara kami untuk mengingatkan kembali publik bahwa Wiji Thukul pernah ada, pernah berjuang, dan karyanya masih bisa dinikmati,” ujar Fitri Nganthi Wani.
Lebih lanjut, Fitri menjelaskan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar pajangan arsip, melainkan sebuah narasi yang mengajak pengunjung untuk merenungkan kembali sejarah dan peran Wiji Thukul dalam konteks pergerakan sosial di Indonesia. Keberadaan arsip-arsip ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dalam sosok penyair yang hilang secara misterius pada tahun 1998.
Pameran ini akan berlangsung hingga 2 Juni 2024. Pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai artefak yang merekam jejak Wiji Thukul, dari masa kejayaannya sebagai penyair yang lantang bersuara hingga momen-momen terakhirnya sebelum dinyatakan hilang. Melalui pameran ini, semangat dan karya Wiji Thukul diharapkan terus hidup dan menginspirasi.
