Friday, 10 July 2026
BREAKING
BERITA

Nasib Lokasi Penutupan Munas-Konbes NU 2026 Bergantung Jadwal Presiden Prabowo

Oleh Wibowo June 19, 2026 3 weeks lalu 0 komentar

Lokasi penutupan puncak acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026 masih menjadi tanda tanya dan sangat bergantung pada kesediaan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk hadir. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa jika Presiden Prabowo berkenan hadir, maka acara penutupan akan dilangsungkan di Bangkalan, Madura. Namun, jika jadwal Presiden tidak memungkinkan, penutupan akan dilaksanakan di Kediri, Jawa Timur, lokasi yang sama dengan pembukaan rangkaian acara.

Keputusan mengenai lokasi penutupan ini merupakan upaya PBNU untuk menyesuaikan diri dengan jadwal padat orang nomor satu di Indonesia tersebut. Munas-Konbes NU 2026 sendiri dijadwalkan akan dimulai pada Sabtu, 20 Juni mendatang, di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Pemilihan lokasi penutupan yang dinamis ini menunjukkan betapa PBNU menghargai kehadiran dan sambutan dari Presiden RI dalam forum penting organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

"Jika waktunya [presiden] memungkinkan hadir, maka penutupan akan ditempatkan di Bangkalan. Tetapi jika tidak [presiden tak hadir langsung], penutupan akan dilakukan di Ploso. Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden," ujar Gus Ipul pada Jumat (19/6). Pernyataan ini menegaskan bahwa kepastian lokasi penutupan akan diumumkan setelah koordinasi dan konfirmasi final dari pihak Istana Negara.

Undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto telah dilayangkan dan masih dalam tahap koordinasi serta menunggu konfirmasi lebih lanjut. Gus Ipul menambahkan, PBNU secara resmi mengundang Presiden untuk memberikan amanat pada acara penutupan yang direncanakan pada tanggal 23 Juni di Kabupaten Bangkalan. Jika kehadiran Presiden terkonfirmasi, maka acara penutupan akan dilaksanakan di STAI Pesantren Syaichona Moh Cholil, Bangkalan, tiga hari setelah pembukaan di Kediri.

Keinginan PBNU agar Presiden RI hadir dalam acara penutupan Munas-Konbes ini bukan tanpa alasan. Kehadiran Presiden dianggap sebagai bentuk pengakuan dan dukungan terhadap peran NU dalam pembangunan bangsa dan negara. Gus Ipul secara eksplisit menyatakan harapan PBNU agar Presiden Prabowo dapat memenuhi undangan tersebut. "PBNU mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo untuk bisa memberikan amanat pada saat penutupan nanti," kata Gus Ipul, yang juga dikenal menjabat sebagai Menteri Sosial, menggarisbawahi pentingnya momen tersebut.

Sementara itu, untuk acara pembukaan yang akan berlangsung di Kediri, PBNU akan mengundang berbagai elemen penting. Undangan akan disebar kepada pejabat pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, para pengasuh pondok pesantren, pengurus NU dari berbagai tingkatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana kebersamaan dan sinergi dalam memulai rangkaian acara Munas-Konbes yang strategis.

Gus Ipul menekankan bahwa Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 bukan sekadar pertemuan rutin organisasi. Forum ini merupakan tahapan awal yang krusial dalam proses konsolidasi NU menjelang pelaksanaan Muktamar, yang merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. "Persiapan muktamar ini kan berkelanjutan. Konbes ini adalah tahapan pertama menuju muktamar," jelasnya.

Dalam forum Munas-Konbes ini, berbagai agenda penting yang mencakup aspek keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan akan dibahas secara mendalam. Hasil dari pembahasan ini diharapkan dapat menjadi peta jalan strategis bagi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi lebih optimal bagi kemajuan bangsa. Pembahasan ini akan mencakup perumusan kebijakan internal organisasi, penguatan peran NU di tengah masyarakat, serta perumusan sikap dan pandangan kebangsaan dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan ekonomi kontemporer.

Rangkaian acara Munas-Konbes NU 2026 ini menjadi momen penting bagi NU untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, merumuskan strategi baru, serta memperkuat soliditas internal menjelang Muktamar. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi bagi para alim ulama dan tokoh NU dari seluruh penjuru negeri, memperkaya perspektif dan mempererat ukhuwah. Penyesuaian jadwal dengan kehadiran Presiden menunjukkan bahwa agenda NU memiliki relevansi yang tinggi dengan agenda kenegaraan, menggarisbawahi peran strategis NU sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait