Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Musisi Ternama Rani Jambak dan Tesla Manaf Didapuk Jadi Mentor Masterclass Pitching Festival Internasional

Oleh Wibowo July 20, 2026 18 hours lalu 0 komentar

Musisi kenamaan Rani Jambak dan Tesla Manaf akan hadir sebagai mentor dalam acara EPK and Festival Pitching Masterclass 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-acara Indonesian World Jazz Meeting (IWJM) 2026 yang bertujuan mengangkat talenta musik lokal ke panggung dunia. Dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui skema prioritas nasional Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bidang Seni Budaya menggarisbawahi pentingnya program ini.

Acara ini tidak hanya menghadirkan Rani Jambak dan Tesla Manaf, tetapi juga pakar industri musik lainnya. Di antaranya adalah Satria Ramadhan, seorang booking agent profesional, dan Agus Setiawan Basuni, Festival Director sekaligus agen musik. Konfirmasi kehadiran Rani Jambak sebagai mentor disampaikan melalui unggahan kolaborasi di akun media sosial World Jazz ID pada Jumat, 29 Mei 2026, yang juga menggarisbawahi signifikansi acara tersebut.

EPK and Festival Pitching Masterclass dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, melalui platform virtual Zoom. Format daring ini memungkinkan publik untuk belajar langsung dari para praktisi lintas genre dan promotor festival yang berpengalaman di industri musik global. Materi yang disajikan bersifat taktis, mencakup panduan membuat Tech Rider sesuai standar internasional, menyusun Electronic Press Kit (EPK) yang menarik, serta etika pitching di hadapan kurator kelas dunia. Hal ini krusial bagi musisi yang bercita-cita tampil di festival internasional.

Menurut Koordinator Tim Ahli Musik, Aristofani Fahmi, kolaborasi antara MTN Seni Budaya dan WartaJazz merupakan langkah nyata pemerintah dalam membuka akses pasar global bagi musisi lokal. “Lewat program MTN AsahBakat, fokus utama kami adalah memastikan seniman lokal tidak hanya unggul dalam proses kreatif semata. Mereka juga harus memiliki daya saing profesional yang mumpuni di level industri internasional,” ungkap Aristofani.

Rani Jambak, yang dikenal sebagai sound artist dan Peneliti Budaya Nusantara, akan membawa perspektif mendalam mengenai akar tradisi dan relevansinya di kancah global. Sementara itu, Agus Setiawan Basuni berjanji akan membedah pola pikir kurator festival dunia secara transparan. Ia menyoroti bahwa banyak musisi Indonesia berkualitas tersingkir karena masalah administratif, bukan kualitas karya. “Karya musisi tanah air sering kali sudah sangat matang dan bagus secara musikalitas. Kegagalan di tahap kurasi biasanya terjadi karena dokumen teknis yang mereka kirimkan belum memenuhi standar internasional,” jelas Agus.

Program kolaborasi ini dirancang sebagai wadah intensif bagi musisi untuk membedah strategi menembus panggung internasional, meningkatkan profesionalisme, dan mengatasi hambatan administrasi dalam kurasi festival luar negeri. Rangkaian kegiatan ini akan dipandu oleh Aji Wartono, kurator jazz dan festival director berpengalaman, yang bertugas menjembatani aspek artistik musisi dengan kebutuhan industri musik global.

Detail sesi Masterclass:

Sesi Pertama, Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 12.00 WIB, akan membahas dasar-dasar EPK, penyusunan Tech Rider internasional, dan manajemen talenta awal. Sesi Kedua, dijadwalkan pada awal Juni 2026 dengan jadwal menyusul, akan fokus pada strategi pitching mendalam dan bedah proses kurasi festival musik mancanegara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait