Thursday, 27 August 2026
BREAKING
BERITA

Muktamar ke-35 PBNU: Perkuat Diplomasi Timur Tengah dan Otonomi Politik NU

Oleh Emanuel August 27, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Jombang menjadi saksi bisu gelaran Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 Desember 2015. Forum akbar ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya NU dalam menavigasi dinamika geopolitik Timur Tengah serta memperkuat otonomi politik organisasi.

Dalam Muktamar yang berlangsung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, para ulama dan tokoh NU secara mendalam membahas berbagai isu strategis. Salah satu fokus utama adalah bagaimana PBNU dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam diplomasi di kawasan Timur Tengah. Para peserta menyadari kompleksitas tantangan di wilayah tersebut, mulai dari konflik bersenjata hingga isu kemanusiaan.

Perhatian khusus diberikan pada perlunya NU untuk turut serta dalam upaya penyelesaian konflik dan pembangunan perdamaian di Timur Tengah. Hal ini sejalan dengan tradisi NU sebagai organisasi keagamaan yang mengedepankan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Diskusi mengarah pada bagaimana NU dapat berkontribusi melalui pendekatan dialogis dan kemanusiaan, serta memperkuat jejaring dengan berbagai elemen masyarakat di kawasan tersebut.

Selain isu diplomatik, Muktamar ke-35 juga menjadi momentum penting untuk menegaskan dan memperkuat otonomi politik NU. Para peserta berdiskusi mengenai bagaimana NU dapat menjaga independensi dan kemandiriannya dalam bersikap dan bertindak, baik dalam ranah keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Penguatan otonomi politik ini dinilai krusial agar NU tetap dapat menjalankan peran advokasi dan pembawa aspirasi umat secara efektif tanpa terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan politik sempit.

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, selaku Ketua Umum PBNU saat itu, dalam salah satu pernyataannya menegaskan, “Muktamar ini adalah momentum untuk merumuskan langkah strategis NU ke depan, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan mengukuhkan posisi NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan berdaya saing.” Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen PBNU untuk terus beradaptasi dan memberikan kontribusi positif di berbagai lini.

Keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar ke-35 PBNU diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi PBNU dalam menjalankan roda organisasi di masa mendatang. Penguatan diplomasi Timur Tengah dan penegasan otonomi politik menjadi dua pilar penting yang akan terus diupayakan untuk diwujudkan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp