Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Momen Langka: Astronom Potret Dekat ‘Bulan Mini’ Bumi untuk Pertama Kali

Oleh Herfansyah July 21, 2026 8 hours lalu 0 komentar

Momen bersejarah dalam dunia astronomi terukir ketika para ilmuwan untuk pertama kalinya berhasil memotret secara detail sebuah ‘bulan mini’ atau minimoon yang mengorbit Bumi. Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami objek-objek kecil yang secara singkat menjadi satelit alami planet kita.

Objek yang tertangkap kamera ini, yang dikenal sebagai 2020 CD3, ditemukan pada Januari 2020 oleh tim astronom di Mount Lemmon Observatory di Arizona, Amerika Serikat. Namun, baru-baru ini, para peneliti dari University of Arizona berhasil mengabadikan gambar jarak dekat yang menakjubkan dari minimoon tersebut menggunakan teleskop Subaru di Mauna Kea, Hawaii.

Gambar-gambar yang dihasilkan memberikan pandangan yang belum pernah ada sebelumnya tentang minimoon ini, yang memiliki diameter diperkirakan hanya sekitar 1 meter hingga 3 meter. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya sulit dideteksi dan seringkali hanya terlihat saat berada pada jarak yang sangat dekat dengan Bumi. Minimoon ini berhasil mengorbit Bumi selama sekitar tiga tahun sebelum akhirnya terlepas dari tarikan gravitasi planet kita.

Dr. Kacper Wierzchos, seorang peneliti dari University of Arizona yang terlibat dalam pengamatan ini, mengungkapkan kegembiraannya. “Kami sangat bersemangat dengan hasil ini. Ini adalah kesempatan langka untuk mempelajari objek yang sangat kecil yang datang dan pergi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penemuan dan pemotretan minimoon seperti 2020 CD3 memberikan wawasan berharga mengenai populasi objek dekat Bumi (Near-Earth Objects/NEOs) yang lebih kecil, yang sebelumnya sulit untuk dipelajari.

Sebelumnya, keberadaan minimoon seperti 2020 CD3 hanya diketahui melalui perhitungan orbit dan data observasi tidak langsung. Pemotretan jarak dekat ini tidak hanya mengkonfirmasi keberadaan minimoon tersebut tetapi juga memberikan data visual yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut mengenai komposisi dan karakteristik fisiknya. Para astronom berharap penemuan ini dapat memacu penelitian lebih lanjut mengenai fenomena minimoon, yang mungkin lebih umum terjadi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait