Lionel Messi, salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa, kini tengah mempertimbangkan masa depannya di dunia sepak bola. Keputusan ini diambil di tengah duka mendalam atas berpulangnya sang ayah. BBC Sport pun mengenang kembali sejumlah momen paling ikonis yang telah diukir oleh pemain asal Argentina ini sepanjang kariernya yang gemilang.
Perjalanan Messi di jagat sepak bola diwarnai dengan segudang prestasi dan momen tak terlupakan. Sejak debutnya bersama FC Barcelona, ia telah menjelma menjadi fenomena global, memecahkan berbagai rekor dan memenangkan banyak penghargaan individu maupun tim. Kehebatannya di lapangan hijau telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
Salah satu momen paling diingat adalah saat ia pertama kali menginjakkan kaki di panggung profesional. Debutnya bersama tim senior FC Barcelona pada 16 November 2003 melawan RCD Espanyol menjadi awal dari sebuah legenda. Di usianya yang masih sangat muda, 16 tahun, Messi menunjukkan kilasan bakat luar biasa yang kelak akan menggemparkan dunia.
Performa impresif Messi terus berlanjut, terutama di Liga Champions UEFA. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah kompetisi ini, dengan 129 gol. Momen penting lainnya adalah saat ia mencetak hat-trick pertamanya di Liga Champions melawan Bayer Leverkusen pada 7 Maret 2012. Gol-golnya yang spektakuler, termasuk gol tendangan chip yang melewati kiper, menjadi bukti kejeniusannya.
Musim 2011-2012 menjadi salah satu musim tersukses Messi. Ia berhasil mencetak rekor 73 gol di semua kompetisi bersama FC Barcelona, sebuah pencapaian yang belum pernah terpecahkan. Di musim yang sama, ia juga memenangkan Ballon d’Or keempatnya, menegaskan dominasinya di kancah sepak bola dunia.
Tidak hanya di level klub, Messi juga telah memberikan kontribusi besar bagi tim nasional Argentina. Puncaknya adalah keberhasilan membawa Argentina menjuarai Copa América pada tahun 2021, sebuah trofi yang telah lama dinanti oleh publik Argentina. Momen ini menjadi sangat emosional bagi Messi, yang akhirnya berhasil mempersembahkan gelar mayor untuk negaranya.
Di luar lapangan, Messi dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan profesional. Ia seringkali memilih untuk tidak banyak bicara, namun aksinya di lapangan berbicara lebih keras. Kepergian sang ayah tentu menjadi pukulan berat, dan saat-saat ini, dunia sepak bola menanti dengan penuh harap dan doa agar Messi dapat menemukan kembali semangatnya dan melanjutkan warisan luar biasanya.
