Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, atau akrab disapa Menteri Basuki, melakukan pertemuan dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, pada Senin (3/6/2024). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Basuki menyampaikan target ambisius pemerintah untuk merenovasi 400 ribu unit rumah pada tahun 2024.
Target renovasi 400 ribu unit rumah ini merupakan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, program renovasi rumah yang dijalankan oleh Kementerian PUPR berhasil menyentuh 45 ribu unit rumah.
Menteri Basuki menjelaskan bahwa program renovasi rumah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat. “Kita terus mendorong agar kualitas rumah masyarakat, terutama yang tidak layak huni, bisa terus kita tingkatkan,” ujar Menteri Basuki saat ditemui usai pertemuan.
Lebih lanjut, Menteri Basuki merinci bahwa program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau yang kerap disebut program bedah rumah, menjadi salah satu instrumen utama dalam mencapai target tersebut. Program BSPS ini bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperbaiki atau membangun rumah agar memenuhi standar kelayakan huni.
Angka 400 ribu unit rumah ini mencakup berbagai jenis intervensi, mulai dari perbaikan struktural, peningkatan kualitas bangunan, hingga pembangunan rumah baru bagi mereka yang benar-benar tidak memiliki hunian layak. Fokus utama adalah memastikan rumah yang direnovasi tidak hanya kokoh tetapi juga sehat dan nyaman untuk ditinggali.
Pertemuan dengan Seskab Pramono Anung ini juga dimanfaatkan untuk berkoordinasi mengenai berbagai program strategis Kementerian PUPR lainnya, termasuk upaya percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun, fokus utama diskusi pada hari itu adalah mengenai target renovasi rumah yang menjadi prioritas pemerintah di tahun ini.
Menteri Basuki menekankan pentingnya sinergi antarlembaga pemerintah untuk memastikan program-program perumahan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Dukungan dari Sekretariat Kabinet, katanya, sangat krusial dalam memfasilitasi koordinasi dan memastikan kebijakan perumahan dapat terimplementasi dengan baik di lapangan.
Dengan target yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya, pemerintah optimis dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih baik.
