Sunday, 12 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengurai Istilah Gaul ‘TLPUR’ dan Tren Viral TikTok: Panduan Orang Tua Pahami Budaya Anak Muda

Oleh Heni Maulidya July 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Fenomena budaya anak muda di era digital terus berkembang pesat, memunculkan istilah-istilah baru yang kerap membingungkan generasi yang lebih tua. Salah satu yang terbaru adalah akronim ‘TLPUR’, yang kini ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Munculnya ‘TLPUR’ di kolom komentar tempat anak muda berkumpul memicu rasa penasaran. Asal-usulnya belum jelas, dan maknanya pun bervariasi tergantung siapa yang ditanya. Ada yang mengartikannya sebagai ‘True Love Pills Until Rope’, sebagian lain ‘The Lookspill Proves Us Right’, bahkan ada yang menyebut ‘Too Late for Puberty’.

Namun, terlepas dari berbagai tafsir tersebut, ‘TLPUR’ sejatinya tidak memiliki makna tunggal yang pasti. Intinya adalah menciptakan interpretasi sendiri bagi siapa pun yang bertanya. Ini menjadi semacam penanda kelompok, atau seperti kata mereka, ‘IYKYK’ (If You Know, You Know).

Lebih dalam lagi, fenomena ‘TLPUR’ juga merambah ke video-video repetitif yang cenderung hipnotis, diiringi lagu lama dari grup musik Weezer. Definisi yang lebih abstrak pun bermunculan, seperti ‘TLPUR adalah ketika stiker tangan Belle Delphine’ atau ‘TLPUR adalah 808’.

Selain ‘TLPUR’, tren lain yang tak kalah menarik adalah ‘D1 crashout’. Istilah ini merupakan pengembangan dari ‘crashout’ yang berarti luapan emosi marah yang intens. ‘D1 crashout’ merujuk pada luapan emosi yang sangat hebat, meminjam terminologi olahraga perguruan tinggi.

Fenomena #top5horrormovies di TikTok juga menarik perhatian. Bukan daftar film horor klasik, melainkan ungkapan kecemasan dan kekhawatiran sehari-hari yang dibalut melankolis. Tema seperti ‘tidak tahu makan apa’ atau ‘harus membuat keputusan’ disajikan sebagai horor terbesar, mencerminkan psikologi kolektif generasi Z dan Alpha.

Isu ‘hiplet’, istilah yang merujuk pada wanita dengan lekukan pinggul tertentu, juga muncul dari tren ini. Istilah ini berasal dari komunitas online yang cenderung negatif, mencoba menciptakan kategori untuk wanita mirip dengan preferensi pria terhadap tinggi badan.

Di sisi lain, tren ‘tanmaxxing’ menunjukkan kecenderungan anak muda yang mengabaikan peringatan dermatologis demi kulit cokelat. Mereka sengaja terpapar sinar UV tanpa tabir surya atau menggunakan minyak tanning untuk menggelapkan kulit secepat mungkin.

Tak ketinggalan, lagu berbahasa Jerman ‘Du Bist Gut Genug’ yang berarti ‘Kamu Cukup Baik’ meledak viral di TikTok. Video yang menampilkan kutipan liriknya telah ditonton jutaan kali, memicu berbagai remix dan meme.

Tren-tren ini menjadi cerminan dinamika budaya anak muda yang kompleks dan terus berubah, menuntut generasi yang lebih tua untuk terus beradaptasi dan memahami bahasa serta ekspresi generasi penerus.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait