Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Mayoritas Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Miliki Kendaraan Ganda, Insentif Berpihak pada Kalangan Atas?

Oleh Emanuel July 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Mayoritas pemilik mobil listrik di Jakarta ternyata tidak hanya memiliki satu unit kendaraan. Data menunjukkan bahwa sebanyak 78% pemilik mobil listrik di Ibu Kota memiliki lebih dari satu mobil di garasi mereka, mengindikasikan potensi kepemilikan kendaraan ganda di kalangan pengguna mobil bertenaga listrik.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas insentif yang selama ini diberikan pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Dengan mayoritas pemilik mobil listrik telah memiliki kendaraan lain, muncul kekhawatiran bahwa insentif tersebut justru lebih banyak dinikmati oleh kalangan yang secara finansial sudah lebih mapan, yang mampu membeli mobil listrik sekaligus memiliki mobil konvensional lainnya.

Kepemilikan kendaraan ganda oleh pemilik mobil listrik ini terungkap melalui sebuah survei yang dilakukan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR). Survei yang melibatkan 200 responden pemilik mobil listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ini memberikan gambaran menarik tentang pola kepemilikan kendaraan.

Lebih lanjut, survei IESR juga mengungkap bahwa rata-rata pemilik mobil listrik di Jabodetabek memiliki 2,6 unit mobil. Angka ini semakin memperkuat temuan awal mengenai kepemilikan kendaraan ganda. Fakta ini menjadi krusial dalam evaluasi kebijakan insentif kendaraan listrik yang bertujuan untuk mengurangi emisi dan mendorong transisi energi.

Meskipun demikian, survei IESR juga mencatat bahwa sekitar 70% responden menyatakan bahwa insentif yang diberikan oleh pemerintah, baik berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), sangat membantu dalam keputusan pembelian mobil listrik. Hal ini menunjukkan bahwa insentif memang berperan dalam mendorong keputusan pembelian, namun pertanyaan tentang siapa yang paling diuntungkan tetap mengemuka.

Menanggapi temuan ini, Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program insentif kendaraan listrik. “Perlu ada evaluasi yang lebih mendalam terhadap program insentif yang sudah berjalan,” ujar Fabby Tumiwa. Ia menambahkan bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa insentif yang diberikan benar-benar dapat menjangkau target yang lebih luas dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu.

Lebih lanjut, Fabby Tumiwa menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan skema insentif yang lebih berpihak pada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini sejalan dengan tujuan utama transisi energi yang seharusnya membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir orang. Dengan demikian, adopsi kendaraan listrik dapat menjadi lebih merata dan berkontribusi signifikan terhadap upaya pengurangan polusi udara di perkotaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp