Mardiono Temui UAS, Lima Pesan Kunci untuk Kedamaian dan Kemakmuran Indonesia

Darus H

Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), melakukan pertemuan silaturahmi dengan tokoh agama terkemuka, Ustaz Abdul Somad (UAS), di kediamannya sekaligus Pesantren Azzahra, Pekanbaru, Riau, pada Rabu, 17 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis yang dihadapi Indonesia, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga upaya menjaga kedamaian dan ketentraman masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dengan suguhan pempek dan teh hangat, Mardiono menyampaikan sejumlah program terobosan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat. Salah satu poin penting yang diangkat adalah upaya pemerintah untuk mengambil alih perkebunan sawit ilegal dan menindak tegas perusahaan yang melakukan pelanggaran.

"Presiden ingin kembali ke UUD 1945. Kekayaan alam harus dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat, bukan dikuasai oleh segelintir orang," ujar Mardiono, menekankan komitmen pemerintahan saat ini. Ia menambahkan bahwa kontribusi terbesar bagi pembiayaan pembangunan Indonesia berasal dari pajak rakyat, sehingga kekayaan alam yang melimpah seharusnya mampu menopang setidaknya 50 persen dari anggaran pembangunan. "Sebab itu Presiden melahirkan berbagai terobosan agar rakyat tidak tertinggal," tegasnya.

Mardiono, yang dikenal sebagai pengusaha sukses sebelum terjun ke dunia politik pasca-reformasi, juga menyoroti kesenjangan kemajuan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok. Ia membandingkan kondisi Tiongkok saat ini dengan 25 tahun lalu, di mana negara tersebut masih dianggap tertinggal. Pengalamannya sebagai pengusaha yang kerap menggunakan produk Tiongkok karena ketersediaan dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk Eropa, menjadi bukti nyata lompatan kemajuan teknologi negara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Mardiono secara khusus meminta pandangan dan nasihat dari UAS mengenai dinamika sosial-politik di Indonesia, termasuk dampak isu-isu global yang memengaruhi stabilitas negara. Ia juga mendalami persoalan korupsi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa, serta reformasi birokrasi yang dinilai masih mewarisi struktur warisan kolonialisme.

Sebagai Ketua Umum DPP PPP, Mardiono tidak menutup mata terhadap isu korupsi yang pernah menimpa beberapa petinggi dan anggota dewan dari partainya. Oleh karena itu, selain mencari pencerahan sebagai abdi negara, ia juga memohon saran konkret untuk perbaikan internal partai berlambang Ka’bah ini. "Alhamdulillah, saya sangat menjauh dari hal yang bisa terulang seperti itu (korupsi)," ungkap Mardiono, menegaskan komitmen pribadinya untuk menjaga integritas. Ia juga berharap doa dari umat Islam agar PPP dapat kembali mendapatkan kepercayaan dan menembus parlemen.

Ustaz Abdul Somad, yang dikenal memiliki jadwal padat dengan agenda mengajar dan ceramah, menyambut baik kunjungan Mardiono. Di hari Rabu yang menjadi jadwal rutinnya menerima tamu, UAS memberikan lima pesan utama kepada Mardiono demi terwujudnya Indonesia yang damai dan tenteram. Pesan-pesan tersebut mencakup aspek fundamental yang sangat memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Pertama, UAS menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai, khususnya kondisi jalan yang baik. "Jalan harus bagus," ujarnya, mengindikasikan bahwa aksesibilitas yang lancar adalah fondasi penting bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi. Kedua, ia menyoroti isu pendidikan dengan meminta agar biaya sekolah dapat ditekan seminimal mungkin, agar akses pendidikan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pesan ketiga berkaitan dengan lapangan kerja. UAS berharap agar pemerintah dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja yang mudah diakses oleh masyarakat. "Lapangan kerja mudah," tegasnya, menyiratkan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Keempat, ia menyoroti pentingnya jaminan kesehatan, dengan harapan agar subsidi biaya berobat dapat diperbesar untuk meringankan beban masyarakat yang sakit.

Terakhir, UAS menekankan penyediaan fasilitas ibadah yang nyaman. "Menyediakan tempat ibadah yang nyaman," kata beliau, menandakan bahwa kebutuhan spiritual masyarakat juga merupakan elemen krusial dalam menciptakan ketentraman. UAS meyakini bahwa pemenuhan kebutuhan dasar ini akan berdampak langsung pada stabilitas sosial.

"Kaya dan miskin sunnatullah. Orang ngamuk karena lapar," ujar UAS, menjelaskan bahwa ketidakpuasan dan gejolak sosial seringkali berakar dari kesulitan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan primer. Ia menambahkan, "Kalau semua itu bisa dipenuhi pemerintah, Indonesia damai dan tenteram." Selain itu, UAS juga menyatakan optimisme terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Perbincangan antara Mardiono dan UAS yang berlangsung di balai tempat UAS biasa menerima tamu ini juga diwarnai dengan candaan ringan, terutama mengenai perjalanan sejarah PPP sejak era Orde Baru hingga kondisinya saat ini. Pertemuan silaturahmi ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi tertutup di Rumah Omak, kediaman pribadi UAS, untuk mendalami lebih lanjut berbagai isu yang dibahas. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang makmur, damai, dan tenteram.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All