Pembalap top MotoGP, Marc Marquez, mengungkapkan kegelisahannya mengenai perubahan karakteristik motor balap yang membuatnya merasa kurang menikmati tunggangannya. Menurut Marquez, motor-motor MotoGP modern kini terasa seperti ‘robot’, sangat berbeda dengan pengalaman berkendara yang ia rasakan satu dekade lalu. Perubahan ini, menurutnya, mengurangi aspek kesenangan dalam mengendalikan mesin-mesin berkecepatan tinggi tersebut.
Marquez, yang telah meraih enam gelar juara dunia MotoGP, membandingkan sensasi berkendara saat ini dengan era sebelumnya. Ia merasakan adanya pergeseran mendasar dalam cara motor merespons input dari pembalap. “Sekarang, motornya terasa seperti robot,” ujar Marquez, menggarisbawahi rasa frustrasinya. Ia menambahkan bahwa “[motor] tidak seperti dulu, tidak ada lagi sensasi yang sama.”
Perasaan ini bukan tanpa alasan. Perkembangan teknologi pada motor MotoGP telah mengarah pada peningkatan performa yang signifikan, namun juga menuntut gaya berkendara yang lebih presisi dan terprogram. Sistem elektronik yang canggih, seperti kontrol traksi dan anti-wheelie yang semakin mutakhir, membantu pembalap mengeluarkan potensi maksimal motor, namun di sisi lain, membatasi kebebasan dan naluri pembalap dalam melakukan manuver.
Marquez merindukan era di mana pembalap memiliki kontrol yang lebih besar dan bisa lebih mengandalkan ‘rasa’ dan kemampuan individu mereka untuk menaklukkan motor. Ia merasa bahwa motor-motor saat ini, meskipun lebih cepat, telah mengurangi elemen ‘manusiawi’ dalam balapan. “Sepuluh tahun lalu, motornya lebih menyenangkan untuk dikendarai,” kenangnya.
Perubahan ini juga berdampak pada strategi balapan dan cara pembalap beradaptasi. Marquez, yang dikenal dengan gaya agresif dan kemampuannya menyelamatkan motor dari jurang kecelakaan, mungkin merasa bahwa karakteristik motor modern sedikit membatasi ruang geraknya. Namun, ia tetap bertekad untuk terus beradaptasi dan mencari cara untuk kembali kompetitif di era MotoGP yang terus berevolusi ini.
