Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
DUNIA

Mantan Menhan Ukraina Desak Pemilu di Tengah Ketegangan dan Larangan Pemilu

Oleh Rini Widiyarti August 19, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Mantan Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, secara terbuka menyerukan diadakannya pemilihan presiden di tengah situasi darurat militer yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Reznikov, yang baru saja diberhentikan dari jabatannya, berpendapat bahwa pemilihan umum tetap dapat dilaksanakan meskipun negara dalam kondisi perang.

Dalam pernyataannya, Reznikov menekankan pentingnya proses demokrasi, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Ia mengutip pengalaman negara-negara lain yang berhasil menyelenggarakan pemilu di tengah konflik bersenjata. “Saya yakin bahwa kita harus melakukan pemilihan umum. Kita tidak boleh menunda ini tanpa batas waktu,” ujar Reznikov.

Pernyataan ini muncul di tengah berlakunya hukum darurat militer di Ukraina, yang secara otomatis menangguhkan penyelenggaraan pemilihan umum. Aturan ini diberlakukan sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022, dengan alasan untuk memastikan keamanan dan stabilitas nasional selama masa krisis.

Reznikov, yang dikenal sebagai figur penting dalam respons pertahanan Ukraina, secara konsisten menyuarakan pandangannya mengenai kebutuhan untuk menjaga integritas institusi demokrasi. Ia berargumen bahwa penundaan pemilu yang terlalu lama dapat menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi pemerintahan dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Meskipun undang-undang yang berlaku saat ini melarang pemilihan presiden dan parlemen selama status darurat militer, Reznikov berharap akan ada diskusi dan peninjauan kembali terhadap aturan tersebut. Ia melihat adanya kemungkinan untuk menemukan solusi hukum yang memungkinkan pemilu digelar, sembari tetap menjaga keamanan para pemilih dan penyelenggara.

Pemberhentian Reznikov dari posisi Menteri Pertahanan menjadi sorotan publik baru-baru ini. Penggantinya, Rustem Umerov, telah dilantik dan diharapkan dapat melanjutkan upaya penguatan pertahanan negara. Namun, pandangan Reznikov mengenai pemilu ini tetap menjadi topik diskusi penting di kalangan politik Ukraina, mengingat dampaknya terhadap masa depan kepemimpinan negara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp