Thursday, 13 August 2026
BREAKING
BERITA

Lonjakan Harga Emas Lampaui US$ 4.400, Tertinggi dalam Dua Bulan

Oleh Emanuel August 13, 2026 54 minutes lalu 0 komentar

Harga emas melonjak tajam melampaui level US$ 4.400 pada Rabu, mencapai puncak dalam lebih dari dua bulan terakhir. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan perlambatan.

Data Consumer Price Index (CPI) AS per April 2024 yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Angka ini memberikan angin segar bagi investor yang sebelumnya mengkhawatirkan laju kenaikan harga yang terus berlanjut. Perlambatan inflasi ini berpotensi mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dalam sebuah pernyataan, Analis Pasar Komoditas dari PT Aneka Tambang Tbk, Budi Santoso, mengungkapkan pandangannya terkait dampak data inflasi. “Perlambatan inflasi ini memberikan sinyal positif bagi pasar komoditas, termasuk emas. Investor cenderung mencari aset aman ketika ada ketidakpastian ekonomi, dan data ini mengurangi sebagian kekhawatiran tersebut,” ujar Budi pada Rabu.

Kenaikan harga emas ini juga sejalan dengan tren penguatan aset safe haven di tengah gejolak ekonomi global. Investor global memandang emas sebagai instrumen yang dapat melindungi nilai aset mereka dari dampak inflasi dan ketidakstabilan pasar.

Sebelumnya, harga emas sempat mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter bank sentral negara-negara besar dan ketegangan geopolitik. Namun, data inflasi AS yang lebih dingin dari ekspektasi menjadi katalis utama lonjakan harga emas kali ini.

Para pelaku pasar kini mencermati lebih lanjut bagaimana The Fed akan merespons data inflasi terbaru ini dalam pertemuan kebijakan moneter mendatang. Perubahan arah kebijakan suku bunga The Fed akan memiliki implikasi yang cukup besar terhadap pergerakan harga emas di pasar global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp