PT PLN (Persero) secara resmi menyatakan bahwa pemulihan jaringan listrik di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,7 pada Senin, 16 Juni 2026, telah mencapai 100 persen. Upaya percepatan pemulihan ini menunjukkan komitmen PLN dalam memastikan ketersediaan energi listrik bagi masyarakat pascabencana, yang merupakan kebutuhan krusial untuk aktivitas sehari-hari.
Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN, Eko Prihandana, mengonfirmasi bahwa pemulihan jaringan listrik berjalan lancar berkat kerja sama solid tim di lapangan. “Percepatan pemulihan jaringan listrik terlaksana dengan baik berkat kerja sama semua tim di lapangan,” ujar Eko dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu pada Minggu, 21 Juni 2026. Keberhasilan ini mencakup pemulihan tiga unit penyulang, 15 unit jaringan section, serta 651 gardu yang kini beroperasi normal. Dengan demikian, sebanyak 68.459 pelanggan PLN di wilayah terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik.
Sebelumnya, gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah tersebut sempat menimbulkan gangguan pasokan listrik di lima daerah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, dan Poso. Beberapa Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang sempat mengalami gangguan antara lain ULP Kota Palu, Kamonji, Tawaeli, Donggala, Tambu, dan Parigi. Gangguan ini tentu saja memberikan tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tengah beradaptasi dengan kondisi pascabencana.
Komitmen PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik tidak hanya terbatas pada masa pemulihan, tetapi juga di masa tanggap darurat. Hal ini penting mengingat listrik menjadi tulang punggung berbagai aktivitas, mulai dari penerangan, komunikasi, hingga operasional fasilitas vital lainnya. “Kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan di masa tanggap darurat, supaya masyarakat tetap menikmati energi listrik secara optimal,” jelas Eko. Untuk memastikan hal ini, petugas lapangan PLN terus melakukan pemantauan intensif guna mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih sepenuhnya.
Di luar upaya pemulihan infrastruktur kelistrikan, PLN juga menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban gempa, khususnya di Kabupaten Sigi yang merupakan salah satu daerah terdampak paling parah. Bantuan tersebut disalurkan melalui beberapa titik posko darurat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Beberapa lokasi yang menerima bantuan antara lain Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, Puskesmas Nokilalaki, serta Posko Siaga Kelistrikan Kantor Jaga Palolo.
Bantuan logistik yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan dasar seperti air mineral, beras, ikan kaleng, obat-obatan, tandon air bersih, serta perlengkapan lain yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Selain itu, PLN juga memberikan bantuan penerangan darurat yang sangat vital untuk mendukung aktivitas di malam hari dan meningkatkan keamanan di posko-posko darurat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi per Sabtu, 20 Juni 2026, mencatat bahwa dampak gempa di wilayah tersebut cukup signifikan. Terdapat 2.335 unit rumah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 1.955 unit rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat. Bencana ini juga berdampak pada 8.586 jiwa dari 2.775 kepala keluarga (KK). Dari segi korban jiwa, tercatat 17 orang luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Pascagempa, berbagai upaya pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah, berbagai lembaga, dan masyarakat, termasuk pemulihan infrastruktur dasar seperti listrik. Kehadiran PLN dalam memastikan pasokan listrik kembali normal 100 persen menjadi salah satu elemen penting dalam proses pemulihan dan normalisasi kehidupan masyarakat di Sulawesi Tengah. Langkah ini tidak hanya mengembalikan fungsi teknis, tetapi juga memberikan rasa aman dan harapan bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan pascabencana. PLN menegaskan kembali kesiapannya untuk terus mendukung pemulihan di wilayah terdampak, menunjukkan peran vitalnya sebagai penyedia energi yang tidak hanya andal, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi.











