Krisis kesehatan yang mengancam warga Israel akibat paparan limbah beracun dari Gaza semakin meresahkan. Kondisi ini bahkan memaksa penutupan salah satu pabrik desalinasi air utama di Ashkelon, yang berperan vital dalam penyediaan air bersih bagi negara tersebut. Pemindahan puing-puing sisa konflik yang terkontaminasi bahan berbahaya diprediksi akan meningkatkan risiko kesehatan bagi para pekerja dan masyarakat sekitar.
Pemerintah Israel sendiri mengakui adanya peningkatan kasus penyakit yang diduga kuat berhubungan dengan paparan material berbahaya. Laporan dari Kementerian Kesehatan Israel mengindikasikan adanya lonjakan penyakit kulit dan gangguan pernapasan di wilayah dekat perbatasan Gaza. “Kami melihat peningkatan kasus yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, “Analisis awal menunjukkan korelasi kuat dengan material yang berasal dari puing-puing di Gaza.”
Dampak paling nyata dari krisis ini adalah terhentinya operasional Pabrik Desalinasi Ashkelon sejak awal Mei 2024. Pabrik yang mampu menghasilkan 300.000 meter kubik air bersih per hari ini menjadi salah satu pilar utama pasokan air untuk Israel Selatan. Keputusan penutupan ini diambil setelah tim teknis mendeteksi adanya partikel-partikel berbahaya, termasuk logam berat dan senyawa kimia toksik, yang terbawa oleh angin dari Gaza dan mengendap di area pabrik. “Keselamatan operasional dan kesehatan karyawan adalah prioritas utama kami. Hingga kondisi benar-benar aman, pabrik ini tidak akan beroperasi,” tegas Juru Bicara Perusahaan Air Nasional Israel (Mekorot).
Situasi ini semakin diperparah dengan rencana pemindahan ribuan ton puing dari Gaza ke wilayah Israel untuk diolah. Proses ini diperkirakan akan melibatkan penanganan material yang terkontaminasi berbagai zat berbahaya, termasuk sisa-sisa bahan peledak dan limbah industri. Para ahli lingkungan dan kesehatan telah memperingatkan bahwa pemindahan dan pengolahan puing tersebut tanpa protokol keamanan yang ketat dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang, termasuk potensi pencemaran air tanah dan udara. “Ini bukan sekadar masalah lingkungan, ini adalah ancaman kesehatan publik yang serius,” ungkap Dr. Ilana Cohen, seorang toksikolog independen.
Pemerintah Israel kini menghadapi dilema besar: bagaimana menangani puing-puing yang berpotensi menjadi sumber penyakit tanpa membahayakan warganya sendiri. Pembahasan intensif tengah dilakukan antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kesehatan, dan pihak militer untuk mencari solusi terbaik. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan fasilitas pengolahan khusus yang terisolasi dan dilengkapi sistem filtrasi canggih, namun hal ini membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.
