Kompetisi sepak bola wanita kasta tertinggi di Indonesia, Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women’s League 2026/2027, dijadwalkan akan memulai perjalanannya pada 17 Oktober mendatang. Turnamen ini akan diikuti oleh delapan tim terbaik dari seluruh penjuru negeri, yang akan bersaing dalam format kompetisi penuh.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa liga ini akan digelar secara terpusat di dua kota besar, yaitu Jakarta dan Surabaya. Keputusan ini diambil demi efisiensi penyelenggaraan dan kemudahan bagi para tim peserta maupun penonton.
Selama kurang lebih empat bulan, delapan tim peserta akan saling berhadapan dalam format liga penuh. Artinya, setiap tim akan bermain melawan tim lainnya sebanyak dua kali, baik sebagai tuan rumah maupun tim tamu. Pertandingan akan berlangsung setiap pekan, memanjakan para penggemar sepak bola wanita dengan aksi-aksi menarik.
“Kita akan mulai di bulan Oktober, tanggal 17 Oktober. Kita akan gelar liga ini di dua tempat, Jakarta dan Surabaya. Semua tim akan bermain di sana, jadi tidak ada tuan rumah lagi,” ujar Erick Thohir dalam sebuah kesempatan.
Delapan tim yang dipastikan akan meramaikan Liga Putri Indonesia 2026/2027 adalah Persib Bandung, Arema FC, Persija Jakarta, PSIS Semarang, Persis Solo, Persebaya Surabaya, Bali United, dan PSS Sleman. Kehadiran klub-klub besar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya tarik kompetisi.
Erick Thohir menambahkan, dengan kembalinya liga ini, diharapkan sepak bola wanita Indonesia dapat semakin berkembang dan melahirkan talenta-talenta baru yang mampu bersaing di kancah internasional. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk kesuksesan Liga Putri Indonesia.
“Kita berharap dengan adanya liga ini, sepak bola wanita Indonesia bisa lebih baik lagi ke depannya. Kita juga berterima kasih kepada klub-klub yang sudah berpartisipasi dan berharap liga ini bisa berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya.
