Keluarga dan kerabat tak kuasa menahan haru melepas kepergian komedian senior Diding Boneng. Jenazah almarhum dimakamkan pada Senin (3/8), diiringi isak tangis yang pecah di liang lahat. Kepergian Diding Boneng meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan tanah air.
Sebelum dimakamkan, jenazah Diding Boneng disemayamkan di rumah duka. Sejumlah tokoh publik dan rekan sejawat turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelepasan jenazah, di mana banyak yang mengenang sosok Diding Boneng sebagai pribadi yang hangat dan penuh tawa.
Salah satu momen yang paling menyentuh adalah saat istri almarhum, Nani, memberikan sambutan terakhir. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa kehilangan yang amat mendalam. “Kita semua berduka. Tapi kita juga harus ikhlas. Diding sudah tidak sakit lagi,” ujar Nani, yang disambut pelukan hangat dari para pelayat.
Tak hanya keluarga, rekan-rekan sesama seniman juga turut berduka cita. Komedian senior lainnya, Doyok, yang juga hadir di pemakaman, mengungkapkan bahwa Diding Boneng adalah sosok yang sangat profesional dan selalu memberikan energi positif di setiap kesempatan. “Dia itu teman yang baik, partner kerja yang luar biasa. Selalu ada saja ide-idenya yang bikin suasana jadi ramai. Kehilangan besar buat kita,” kenang Doyok.
Diding Boneng, yang lahir pada 10 Maret 1954, dikenal luas melalui berbagai peran komedi yang menghibur masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Kariernya di dunia hiburan dimulai sejak era 1970-an. Ia telah membintangi berbagai film dan sinetron yang melambungkan namanya.
Prosesi pemakaman Diding Boneng berlangsung lancar meskipun diwarnai kesedihan mendalam. Kepergiannya menjadi pengingat akan kontribusi besar almarhum dalam mewarnai dunia komedi Indonesia. Doa dan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan mengalir dari para pelayat.
