Persija Jakarta membantah kabar mengenai sanksi berat yang dijatuhkan oleh Korea Football Association (KFA) kepada pelatih mereka, Shin Tae-yong. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini menegaskan bahwa sanksi tersebut hanya berlaku selama satu tahun, dan sama sekali tidak memengaruhi status Shin Tae-yong sebagai juru taktik tim.
Informasi yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa Shin Tae-yong menerima sanksi larangan melatih selama 10 tahun. Namun, melalui pernyataan resminya, Persija Jakarta meluruskan kesalahpahaman tersebut. Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus, secara tegas menyampaikan bahwa sanksi yang dimaksud hanya berlaku untuk periode satu tahun.
Ferry Paulus menjelaskan, sanksi tersebut merupakan buntut dari kejadian saat Shin Tae-yong masih menangani Tim Nasional Korea Selatan U-23. “Sanksi KFA kepada Shin Tae-yong itu memang benar ada, namun durasinya hanya satu tahun, bukan 10 tahun seperti yang beredar,” ujar Ferry Paulus pada Senin (28/10/2019).
Lebih lanjut, Ferry Paulus menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh KFA tidak akan berdampak pada tugas dan tanggung jawab Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta. “Jadi, tidak ada masalah sama sekali untuk Persija. Shin Tae-yong tetap sah melatih Persija,” tegas Ferry Paulus, mengakhiri kekhawatiran terkait status pelatih asal Korea Selatan tersebut.
