Friday, 4 September 2026
BREAKING
BERITA

Ketika Sukses Menguji Persahabatan: 7 Tanda Teman Palsu yang Muncul Saat Anda Berjaya

Oleh Emanuel September 4, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Kesuksesan seringkali menjadi ujian terberat bagi sebuah persahabatan. Ketika satu orang mulai meraih pencapaian, dinamika hubungan bisa berubah drastis. Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of California, Berkeley, mengidentifikasi tujuh pola perilaku yang cenderung muncul dari individu yang mungkin bukanlah teman sejati ketika seseorang mencapai kesuksesan.

Persahabatan yang tulus seharusnya mampu bertahan dan bahkan berkembang seiring dengan perubahan level kehidupan masing-masing individu. Inti dari hubungan yang sehat adalah saling menghargai dan mendukung, terlepas dari perbedaan pencapaian. Namun, realitasnya seringkali menunjukkan hal sebaliknya.

Salah satu tanda yang paling kentara adalah ketika teman mulai menunjukkan rasa iri atau dengki yang tersembunyi. Alih-alih ikut berbahagia, mereka justru terlihat tidak nyaman atau bahkan mulai meremehkan pencapaian Anda. Perilaku ini bisa termanifestasi dalam bentuk sindiran halus atau komentar yang merendahkan, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Emily Carter, salah satu peneliti utama studi tersebut, “Mereka mungkin meminimalkan usaha Anda atau mengatakan bahwa Anda beruntung, bukannya mengakui kerja keras Anda.”

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan sikap yang mendadak. Teman yang dulunya selalu ada kini mulai menghilang atau sulit dihubungi. Mereka mungkin menghindari percakapan tentang kesuksesan Anda atau bahkan sengaja membatasi interaksi. Hal ini bisa jadi karena mereka merasa terintimidasi atau tidak mampu lagi menyeimbangkan diri dengan kesuksesan Anda.

Selain itu, perhatikan jika ada teman yang mulai menyebarkan gosip atau rumor negatif tentang Anda. Tujuannya bisa jadi untuk menjatuhkan citra Anda di mata orang lain atau bahkan untuk merusak reputasi yang telah Anda bangun. Perilaku ini jelas menunjukkan kurangnya rasa hormat dan dukungan terhadap Anda.

Perilaku lain yang patut dicermati adalah ketika teman Anda mulai mencoba menyaingi atau bahkan melampaui kesuksesan Anda secara obsesif. Alih-alih merayakan pencapaian Anda, mereka justru terdorong untuk melakukan hal yang sama atau lebih baik, seringkali dengan cara yang tidak sehat. Ini bisa menjadi indikasi bahwa persahabatan tersebut lebih didorong oleh kompetisi daripada koneksi emosional.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Social Psychology pada Mei 2023 ini juga menyoroti adanya teman yang cenderung memanfaatkan kesuksesan Anda. Mereka mungkin mulai meminta bantuan finansial, koneksi, atau sumber daya lain tanpa memberikan kontribusi balik yang sepadan. Hubungan semacam ini bersifat transaksional dan tidak didasari oleh ketulusan.

Terakhir, perhatikan jika teman Anda mulai mengkritik keputusan atau gaya hidup Anda setelah Anda sukses. Kritikan yang membangun tentu berharga, namun jika kritik tersebut bersifat terus-menerus, tidak beralasan, dan bertujuan untuk membuat Anda merasa bersalah atau tidak nyaman, itu bisa menjadi tanda bahaya. “Teman sejati akan mendukung pilihan Anda, bahkan jika mereka tidak sepenuhnya memahaminya,” tambah Dr. Carter.

Bagikan: Facebook X WhatsApp