Friday, 24 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Kesalahan Persepsi Lajur Tol Picu Kecelakaan Beruntun

Oleh Emanuel July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah pemikiran keliru yang kerap terjadi di kalangan pengguna jalan tol adalah menganggap semua lajur memiliki fungsi yang sama. Padahal, setiap lajur di jalan tol dirancang untuk peruntukan yang spesifik. Kesalahan persepsi ini berpotensi besar memicu terjadinya kecelakaan, bahkan tabrakan beruntun.

Perbedaan fungsi antar lajur ini menjadi krusial untuk dipahami. Sebagai contoh, lajur paling kiri, yang kerap disebut lajur cepat, sejatinya diperuntukkan bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan lebih tinggi dan berniat untuk menyalip. Sementara itu, lajur di sebelahnya lebih umum digunakan untuk lalu lintas normal, dan lajur paling kanan biasanya diperuntukkan bagi kendaraan yang akan keluar dari jalan tol.

Memahami dan mematuhi peruntukan masing-masing lajur adalah kunci keselamatan berkendara di jalan tol. Pengendara yang memaksakan diri menggunakan lajur yang tidak sesuai peruntukannya dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh R. Adhi Kusumah, seorang pengamat transportasi, yang menekankan pentingnya edukasi mengenai hal ini.

“Jalan tol itu bukan jalan umum yang bisa seenaknya,” ujar Adhi, menekankan bahwa setiap lajur memiliki aturan main tersendiri. Ia mencontohkan, banyak pengendara yang tidak paham bahwa lajur paling kiri itu untuk menyalip, bukan untuk melaju santai. Akibatnya, kendaraan yang lebih lambat memenuhi lajur tersebut, menghambat laju kendaraan lain yang lebih cepat dan berpotensi menyebabkan manuver berbahaya.

Lebih lanjut, Adhi juga menyoroti kebiasaan buruk lainnya, seperti berhenti mendadak di bahu jalan tol tanpa alasan darurat. Bahu jalan, menurutnya, hanya boleh digunakan dalam situasi genting, seperti kendaraan mogok atau kecelakaan. Penggunaan bahu jalan secara sembarangan dapat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengendara lain yang mungkin tidak mengantisipasi adanya hambatan.

Kesadaran akan aturan dan peruntukan lajur di jalan tol sangat penting untuk menekan angka kecelakaan. Pihak berwenang, seperti Korlantas Polri, terus berupaya melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas di jalan tol. Namun, partisipasi aktif dari setiap pengguna jalan untuk mematuhi aturan menjadi faktor penentu utama terciptanya keselamatan bersama di jalan bebas hambatan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp