Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya merespons aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh atlet tunarungu untuk dapat berlaga di ajang internasional di Malaysia. Respons ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap perjuangan para atlet yang harus mencari dana mandiri demi mengharumkan nama bangsa.
Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanto, menegaskan bahwa pemerintah melalui Kemenpora memiliki mekanisme tersendiri untuk pembinaan dan dukungan terhadap atlet disabilitas. Ia menyatakan prihatin atas kondisi yang dialami para atlet tersebut, namun juga menekankan pentingnya mengikuti prosedur yang ada.
“Kami tentu prihatin dengan kondisi ini. Namun, perlu dipahami bahwa ada mekanisme dan prosedur yang harus diikuti dalam penyaluran bantuan dana untuk pembinaan olahraga, termasuk bagi atlet disabilitas,” ujar Raden Isnanto dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa Kemenpora memiliki program-program yang dirancang khusus untuk mendukung pembinaan olahraga disabilitas. Program-program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan, penyediaan fasilitas, hingga dukungan finansial untuk keikutsertaan dalam kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Raden Isnanto menambahkan, segala bentuk dukungan dan pendanaan yang disalurkan oleh Kemenpora telah melalui tahapan perencanaan dan penganggaran yang matang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat memberikan dampak optimal bagi perkembangan olahraga disabilitas di Indonesia.
Terkait dengan aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh para atlet tunarungu untuk tampil di Malaysia, Kemenpora mengimbau agar komunikasi dan koordinasi dapat dilakukan secara intensif. Tujuannya adalah agar aspirasi dan kebutuhan para atlet dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Kemenpora.
“Kami mengajak para atlet dan perwakilan mereka untuk segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kami. Kami siap mendiskusikan dan mencari solusi terbaik agar mereka dapat bertanding dan meraih prestasi di Malaysia, tentu melalui jalur dan mekanisme yang semestinya,” pungkas Raden Isnanto.
