Yaman kembali bergolak. Bentrokan senjata antara kelompok Houthi dan tentara pemerintah meletus hebat di Kegubernuran Hodeidah, Yaman barat. Serangan masif dari milisi yang didukung Iran ini dilaporkan merenggut nyawa sedikitnya 16 prajurit garis depan. Insiden ini disebut-sebut sebagai salah satu pertempuran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan media internasional, pertempuran sengit itu terjadi di wilayah Jabal Dabbas, pesisir barat Yaman. Sumber militer menyebutkan, serangan mendadak Houthi dimulai sejak Jumat malam. Para pemberontak dilaporkan berhasil merebut sejumlah pos pertahanan pemerintah sebelum akhirnya pasukan pro-pemerintah melancarkan serangan balasan pada Sabtu pagi.
Korban Berjatuhan di Garis Depan
Rumah sakit di sekitar pesisir Laut Merah dipadati korban. Sebelas jenazah tentara pemerintah berhasil diterima, sementara 22 lainnya masih dalam perawatan intensif. Mayoritas korban tewas berasal dari wilayah Tihama yang bertugas di garis depan.
Seorang perwira militer pemerintah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinan atas skala serangan ini. "Ini adalah serangan Houthi paling mematikan dalam bertahun-tahun," ujarnya. Ia menambahkan, pasukan Houthi mengerahkan penembak jitu yang menjadi penyebab utama gugurnya belasan tentara. Serangan tersebut diperparah dengan penggunaan drone dan mortir.
Meskipun digempur hebat, pasukan pemerintah dilaporkan berhasil memukul mundur serangan Houthi setelah pertempuran sengit berlangsung beberapa jam. Pihak militer juga mengklaim kelompok Houthi mengalami kerugian besar, meski jumlah pasti korban di pihak mereka belum dirinci.
Walid al-Qudaimi, seorang menteri negara sekaligus anggota kabinet Yaman yang diakui internasional, melalui akun resminya di platform X, menuliskan, "Para prajurit tewas saat mempertahankan tanah dan kehormatan mereka."
Konflik Berkepanjangan Sejak 2015
Konflik antara pemerintah Yaman yang sah dan kelompok Houthi telah berlangsung sejak 2015. Kelompok pemberontak ini menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara, termasuk kota pelabuhan strategis Hodeidah. Sementara itu, pemerintah pusat memindahkan operasionalnya ke Aden dan menguasai sebagian besar wilayah selatan.
Perang ini sempat mereda dengan adanya kesepakatan gencatan senjata yang digagas PBB pada 2022. Namun, eskalasi kekerasan sporadis masih kerap terjadi di beberapa titik perbatasan. Bentrokan terbaru ini pecah tak lama setelah Houthi melancarkan ancaman untuk menyerang bandara dan fasilitas vital di Arab Saudi, negara yang menjadi pendukung utama pemerintah Yaman.











