Harga emas kembali mencatatkan lonjakan signifikan, menembus rekor tertinggi dalam dua setengah bulan terakhir. Penguatan ini sangat dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Senin (20/5/2024), harga emas spot terpantau naik 0,3% menjadi USD 2.452,69 per ons. Level ini menjadi yang tertinggi sejak awal Maret 2024. Sementara itu, emas berjangka AS juga menunjukkan tren positif, menguat 0,2% ke level USD 2.455,80.
Analis pasar, Yehan P. Widjaja, dari PT. Royal Berjangka, mengemukakan bahwa melemahnya dolar AS menjadi katalis utama di balik kenaikan harga emas kali ini. “Dolar yang melemah membuat emas, yang dihargai dalam dolar, menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan,” jelasnya.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tercatat melemah 0,2% pada hari yang sama. Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang telah terjadi sebelumnya.
Selain pelemahan dolar, sentimen pasar yang cenderung berhati-hati juga turut berkontribusi pada penguatan emas. Investor global masih mencermati perkembangan kebijakan moneter dari bank sentral utama, terutama Federal Reserve (The Fed) AS. Ketidakpastian mengenai kapan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga acuannya membuat para pelaku pasar mencari aset yang dianggap lebih aman, seperti emas.
Pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh data ekonomi makro. Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis baru-baru ini menunjukkan adanya perlambatan, meskipun masih berada di atas target The Fed. Hal ini memberikan sinyal bahwa The Fed mungkin akan segera mempertimbangkan penurunan suku bunga, meskipun waktunya belum pasti.
Lebih lanjut, Yehan P. Widjaja menambahkan bahwa faktor geopolitik juga tetap menjadi penyokong harga emas. Ketegangan yang masih berlangsung di beberapa wilayah konflik global mendorong investor untuk mengalihkan dana ke aset lindung nilai. “Dalam situasi ketidakpastian global, emas selalu menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai aset mereka,” ujarnya.
Dengan tren pelemahan dolar yang berkelanjutan dan sentimen pasar yang masih diliputi ketidakpastian, prospek harga emas diperkirakan akan tetap positif dalam jangka pendek. Namun, pergerakan suku bunga The Fed akan menjadi faktor penentu utama pergerakan emas di masa mendatang.
