Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
BERITA

Menteri LHK Raja Juli Antoni Kenakan Baju Adat Kajang, Komitmen Lestarikan Hutan dan Budaya

Oleh Emanuel August 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memilih untuk mengenakan baju adat Kajang saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni. Pilihan busana ini bukan sekadar gaya, melainkan sebuah pernyataan simbolis yang kuat untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia, sekaligus melestarikan kekayaan budaya bangsa.

Acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di Jakarta ini menjadi saksi bisu bagaimana Raja Juli Antoni secara sengaja menampilkan identitas budaya melalui pakaian adatnya. Baju adat Kajang, yang berasal dari suku Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan, dikenal dengan kesederhanaan dan filosofi mendalam yang selaras dengan upaya pelestarian alam.

Dalam keterangannya, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa pemilihan baju adat Kajang ini memiliki makna filosofis yang mendalam. “Baju adat Kajang ini melambangkan kesederhanaan, ketulusan, dan bagaimana manusia harus hidup selaras dengan alam. Ini adalah pengingat bagi kita semua, termasuk saya sebagai Menteri, bahwa tugas kita adalah menjaga bumi ini, menjaga hutan kita, sebagaimana leluhur kita telah mengajarkannya,” ujar Raja Juli Antoni.

Beliau menambahkan, suku Kajang secara turun-temurun telah mempraktikkan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan. Kepatuhan mereka terhadap adat istiadat, termasuk dalam menjaga hutan adat, menjadi inspirasi penting. “Cara hidup suku Kajang yang sangat menghormati alam dan tidak merusak adalah teladan yang harus kita ambil. Dengan mengenakan baju ini, saya ingin menunjukkan bahwa pelestarian hutan dan budaya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Raja Juli Antoni berharap momen ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga lingkungan. Ia ingin agar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Penggunaan baju adat Kajang ini diharapkan dapat menjadi simbol visual yang mengingatkan semua pihak akan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan generasi mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp