Kecemasan Ducati di MotoGP: Di Giannantonio Desak Peningkatan Motor Usai Dominasi Aprilia di Assen

Wibowo

Fabio di Giannantonio, pembalap Ducati dengan posisi tertinggi di klasemen MotoGP saat ini, menyuarakan kekhawatirannya setelah dominasi Aprilia di Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen pada Minggu. Meskipun berhasil mendekatkan diri menjadi hanya 16 poin dari puncak klasemen, Di Giannantonio menekankan perlunya Ducati untuk segera melakukan peningkatan signifikan pada motor mereka jika ingin tetap bersaing memperebutkan gelar juara dunia.

Pembalap tim VR46 Racing itu finis di posisi keempat di "Cathedral of Speed", Assen, tepat di belakang trio pembalap Aprilia yang tampil perkasa. Hasil ini, meskipun terbilang bagus, justru memicu alarm bagi Di Giannantonio, yang akrab disapa Diggia, tentang performa motor RS-GP milik Aprilia yang disebutnya "luar biasa".

"Kami tahu bahwa Aprilia sangat luar biasa di sini, jadi mengurangi selisih poin dengan pembalap teratas di kejuaraan adalah hal yang luar biasa. Posisi keempat adalah hasil yang baik bagi kami hari ini," ujar Di Giannantonio setelah balapan. Namun, di balik kepuasannya atas hasil pribadi, ia tak bisa menyembunyikan kekhawatiran yang mendalam.

Perolehan poin Di Giannantonio di Assen menjadi krusial setelah rekan setimnya, Marco Bezzecchi, mengalami kecelakaan di awal balapan dan gagal finis. Insiden ini, ditambah dengan performa impresif Aprilia, memungkinkan Jorge Martin, pembalap tim pabrikan Aprilia, untuk mengambil alih posisi puncak klasemen sementara MotoGP. Martin sendiri finis di posisi ketiga, di belakang duo Trackhouse Aprilia, Ai Ogura dan Raul Fernandez, yang sukses mengamankan posisi satu-dua.

Di Giannantonio, yang kini menempati posisi ketiga di klasemen pembalap, secara terang-terangan mengakui bahwa ia merasa "khawatir" melihat performa agresif RS-GP milik Aprilia. Ia juga menyoroti kesulitan Ducati dalam membuat langkah maju yang signifikan dengan motor Desmosedici GP26 mereka. Ini menjadi poin penting mengingat Ducati telah mendominasi MotoGP dalam beberapa musim terakhir.

"Saya senang karena saya melakukan yang maksimal, dan juga mendapatkan yang maksimal dari motor," kata Di Giannantonio. "Namun, saya sedikit khawatir dengan selisih kecil ini terhadap Aprilia karena mereka melaju sangat luar biasa. Saya tidak berpikir ini hanya karena pembalapnya; saya pikir motor mereka memiliki sesuatu yang lebih."

Pernyataan Diggia ini menunjukkan bahwa ia melihat keunggulan Aprilia bukan hanya pada talenta para pembalapnya, tetapi juga pada paket motor RS-GP yang kompetitif. "Tentu saja, para pembalap [Aprilia] tampil luar biasa, tetapi motor mereka juga. Saya hanya khawatir bahwa kami tidak pernah menemukan sesuatu untuk meningkatkan paket kami – yang merupakan paket yang bagus, tetapi kami harus meningkatkan motor jika ingin melawan mereka," tambahnya.

Komentar ini menjadi sinyal kuat bagi tim insinyur Ducati di Borgo Panigale untuk segera menemukan solusi. Persaingan di MotoGP musim ini semakin ketat, dengan Aprilia yang kini muncul sebagai penantang serius. Ducati, yang dikenal dengan inovasi dan performa tinggi, kini dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan dominasinya di tengah kebangkitan pabrikan lain.

Di Giannantonio, yang saat ini unggul 24 poin dari juara bertahan Marc Marquez di klasemen, juga menjelaskan bahwa posisinya yang kuat dalam perebutan gelar tidak mengubah tingkat dukungan yang ia terima dari Ducati. Ia merasa bahwa tim pabrikan selalu memberikan dukungan penuh sejak ia bergabung dengan program mereka.

"Sejujurnya, sejak saya bergabung dengan program pabrikan, mereka selalu ada untuk saya. Jadi, tidak ada perubahan besar dengan posisi di kejuaraan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa sempat ada perbedaan waktu dan perhatian yang diterima karena cedera Marc Marquez sebelumnya, yang memungkinkan lebih banyak fokus ke garasinya. Namun, secara keseluruhan, dukungan Ducati tetap maksimal.

Situasi ini menempatkan Ducati di persimpangan jalan. Dengan Jorge Martin dari Aprilia kini memimpin klasemen dan performa RS-GP yang terus menanjak, tekanan ada pada Ducati untuk tidak hanya mengandalkan keunggulan jumlah motor di grid, tetapi juga pada pengembangan teknologi yang lebih progresif. Balapan-balapan berikutnya akan menjadi penentu apakah Ducati mampu merespons kecemasan Di Giannantonio dan mempertahankan mahkota juara dunia mereka dari ancaman Aprilia yang semakin nyata.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All