PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah berupaya keras memulihkan layanan telekomunikasi yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Upaya pemulihan ini menjadi prioritas utama perusahaan untuk memastikan masyarakat dapat kembali berkomunikasi pasca bencana alam tersebut. Namun, di tengah kerja keras tersebut, kendala pasokan listrik menjadi tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan.
Gempa kuat yang terjadi pada tanggal 14 Desember 2021 tersebut menyebabkan gangguan pada sejumlah infrastruktur telekomunikasi di beberapa titik di Flores. Tim Telkom sigap bergerak menuju lokasi terdampak untuk melakukan asesmen dan perbaikan. Fokus utama adalah mengembalikan fungsi Base Transceiver Station (BTS) yang mengalami kerusakan atau terputus dari jaringan.
Direktur Network & IT Solutions Telkom Indonesia, Herlan Wijayanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan. “Kami terus berupaya agar layanan telekomunikasi dapat segera pulih 100 persen di seluruh wilayah terdampak gempa di Flores,” ujar Herlan dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa tim teknis telah dikirim ke lokasi untuk melakukan perbaikan.
Meskipun demikian, Herlan mengakui adanya tantangan signifikan yang dihadapi. “Kendala utama saat ini adalah pasokan listrik yang belum stabil di beberapa area terdampak gempa,” jelasnya. Keterbatasan pasokan listrik ini secara langsung menghambat operasional perangkat telekomunikasi, termasuk BTS, yang membutuhkan daya yang stabil untuk berfungsi optimal. Tim Telkom pun harus mengandalkan generator set (genset) sebagai solusi sementara sembari menunggu pasokan listrik PLN kembali normal.
Lebih lanjut, Herlan memastikan bahwa Telkom terus berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengatasi masalah kelistrikan ini. Di samping itu, pihaknya juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jaringan dan melaporkan perkembangan terkini. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat segera terselesaikan, memberikan kembali akses komunikasi yang vital bagi masyarakat Flores di tengah situasi pasca-gempa.
