Sebuah rumah berwarna hijau di wilayah Nuwakot, Nepal, menjadi sorotan publik setelah berhasil bertahan dari terjangan banjir bandang yang dahsyat. Bangunan berusia 40 tahun ini, milik Prakash, menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah bencana alam yang menyapu sekitarnya.
Keberadaan rumah Prakash yang tetap tegak berdiri meskipun air bah telah menggenangi area sekelilingnya, menimbulkan decak kagum. Viral di media sosial, kisah rumah ini mengungkap sebuah rahasia ketahanan yang menarik perhatian banyak pihak, termasuk para ahli bangunan.
Prakash, sang pemilik rumah, mengungkapkan bahwa bangunan tersebut telah berdiri selama empat dekade. “Rumah ini sudah berusia 40 tahun. Saya membangunnya dengan tangan saya sendiri,” ujar Prakash kepada media.
Rahasia ketahanan rumah Prakash terletak pada fondasi dan material yang digunakan. Ia menjelaskan bahwa pondasi rumahnya dibuat sangat kuat, bahkan jauh melampaui standar konstruksi pada umumnya. “Saya memastikan fondasinya sangat dalam dan kuat. Dindingnya juga saya buat tebal, menggunakan campuran semen, pasir, dan batu yang berkualitas,” tambahnya.
Selain itu, Prakash juga menyoroti pentingnya pemilihan lokasi yang tepat saat membangun. “Saya memilih tanah yang sedikit lebih tinggi dari area sekitarnya. Ini memberikan keuntungan saat terjadi genangan air,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa rumahnya memiliki sistem drainase yang baik untuk mengalirkan air jika terjadi genangan.
Banjir bandang yang melanda Nepal beberapa waktu lalu, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan pemukiman warga. Namun, rumah Prakash di Nuwakot menjadi bukti bahwa dengan perencanaan dan konstruksi yang matang, sebuah bangunan dapat bertahan dari ancaman bencana alam.
Kisah rumah hijau Prakash ini tidak hanya menjadi viral, tetapi juga memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya membangun rumah yang tahan bencana. Para ahli konstruksi diharapkan dapat mempelajari lebih lanjut metode pembangunan Prakash untuk diaplikasikan di daerah rawan bencana lainnya di Nepal.
