Keberadaan titik terendah di permukaan bumi ternyata telah diisyaratkan dalam kitab suci Al-Qur’an. Para ahli tafsir dan kini ilmu geologi modern sepakat mengaitkan fenomena alam ini dengan firman Allah SWT dalam surah Ar-Rum ayat 1 hingga 5.
Surah Ar-Rum ayat 1-5 berbunyi, "Alif, Lam, Mim. Orang Romawi telah dikalahkan di negeri yang terdekat dan mereka sesudah kekalahan itu akan menang. Dalam beberapa tahun. Bagi Allah lah urusan sebelum dan sesudah. Dan pada hari itu bergembiralah orang-orang mukmin karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."
Tafsir klasik dari Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merujuk pada kekalahan tentara Romawi oleh Raja Persia, Sabur. Peristiwa ini terjadi di wilayah terdekat yang kemudian dikonfirmasi oleh sejarahwan sebagai lembah Laut Mati di Palestina.
Dr. Nadiyah Thayyarah dalam karyanya "Mausu’ah al-I’jaz al-Qur’ani" memperkuat temuan ini. Ia menyatakan bahwa para sejarawan sepakat kemenangan Romawi atas Persia terjadi di cekungan Laut Mati. Lokasi inilah yang kini dikenal sebagai titik terendah di permukaan bumi.
Kata kunci "adna al-aradh" dalam surah Ar-Rum ayat 3 memiliki makna ganda. Dalam bahasa Arab, "adna" bisa berarti "paling dekat" atau "paling rendah". Para ahli tafsir menafsirkan ini sebagai "negeri terdekat".
Kemudian, ilmu geologi modern membuktikan kebenaran penafsiran ini. Cekungan Laut Mati, tempat kemenangan Romawi terjadi, memang merupakan titik terendah di bumi. Ketinggiannya mencapai sekitar 400 meter di bawah permukaan laut.
Laut Mati sendiri bukanlah lautan, melainkan sebuah danau air asin yang luas. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), lokasinya berada sekitar 430 meter di bawah permukaan laut. Danau ini membentang sepanjang 76 kilometer dengan lebar mencapai 18 kilometer.
Keterkaitan antara wahyu ilahi dan penemuan ilmiah ini menunjukkan kedalaman makna Al-Qur’an yang terus terungkap seiring perkembangan zaman. Fenomena alam seperti Laut Mati menjadi bukti nyata akan kebesaran ciptaan Allah SWT.











