Penyanyi internasional Katy Perry menyuarakan kekecewaannya terhadap Gedung Putih karena menggunakan lagu hitnya, “Firework” (2010), dalam sebuah unggahan video yang menampilkan cuplikan serangan militer. Kejadian ini memicu reaksi dari sang bintang pop yang merasa karyanya disalahgunakan dalam konteks yang tidak sesuai.
Melalui akun media sosialnya pada hari Minggu, 21 April 2024, Katy Perry menyatakan bahwa ia tidak menyetujui penggunaan lagunya dalam video tersebut. Ia menulis, “Sekarang saya harus memberitahu Anda bahwa saya tidak menyetujui penggunaan ‘Firework’ oleh Gedung Putih. ‘Firework’ dimaksudkan untuk merayakan, bukan untuk mempromosikan senjata.” Pernyataan ini menegaskan posisinya yang menentang penggunaan lagunya untuk tujuan yang dianggapnya tidak sejalan dengan pesan aslinya.
Video yang menjadi sorotan tersebut diunggah oleh akun resmi Gedung Putih di platform X (sebelumnya Twitter) pada hari Sabtu, 20 April 2024. Unggahan ini menampilkan klip dari Presiden Joe Biden yang sedang melakukan kunjungan ke Polandia dan bertemu dengan pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di sana. Dalam video tersebut, terdengar latar belakang musik “Firework” milik Katy Perry yang diputar selama adegan yang menampilkan elemen militer.
Katy Perry, yang dikenal sebagai pendukung Presiden Joe Biden, sebelumnya pernah tampil di acara pelantikan Presiden Biden pada Januari 2021. Namun, kali ini, ia merasa perlu untuk mengklarifikasi pendiriannya terkait penggunaan lagu “Firework” dalam konteks yang kontroversial. Ia menambahkan, “Saya harap kita semua dapat menemukan cara yang lebih baik untuk merayakan dan menginspirasi, dan bahwa kita dapat memilih lagu-lagu dengan bijak.” Pesan ini menyiratkan harapan agar ada pertimbangan yang lebih matang dalam pemilihan materi promosi, terutama yang melibatkan karya seni.
Penyanyi berusia 39 tahun ini menekankan bahwa pesan yang ingin disampaikannya melalui lagu “Firework” adalah tentang pemberdayaan diri dan keberanian untuk bersinar. Lagu yang dirilis pada tahun 2010 ini telah menjadi salah satu lagu paling ikonik dari Katy Perry dan sering kali diasosiasikan dengan tema positif dan inspiratif. Oleh karena itu, penggunaannya dalam video yang berfokus pada kekuatan militer dianggap tidak sejalan dengan esensi lagu tersebut.
