Sunday, 9 August 2026
BREAKING
POLITIK

Karhutla Meluas, Renggut Nyawa di Sejumlah Wilayah Indonesia

Oleh Danu Ilham August 9, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Sejumlah daerah di Indonesia tengah berjuang melawan ganasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah merenggut korban jiwa. Musibah ini melanda berbagai wilayah, termasuk destinasi wisata populer Gunung Bromo dan sebagian besar daratan Kalimantan, menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan dan keselamatan warga.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa fenomena El Niño yang memicu kekeringan ekstrem menjadi faktor utama meluasnya kebakaran. “El Niño ini menyebabkan kekeringan yang sangat ekstrem, sehingga potensi kebakaran meningkat tajam,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers virtual pada Selasa (26/9/2023).

Data BMKG per 26 September 2023 mencatat sedikitnya 31 titik panas terpantau di lima provinsi yang terdampak parah. Provinsi Riau menjadi yang paling parah, dengan 24 titik panas. Menyusul kemudian adalah Kalimantan Tengah dengan 4 titik, Kalimantan Selatan 2 titik, Sumatera Selatan 1 titik, dan Kalimantan Barat 1 titik.

Situasi krisis ini telah memakan korban jiwa. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (21/9/2023), 8 orang meninggal dunia akibat menghirup asap Karhutla di Kalimantan Tengah. Juru Bicara BNPB, Abdul Muhari, merinci bahwa korban tersebut tersebar di tiga kabupaten di provinsi tersebut.

Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap juga dilaporkan meningkat drastis. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat setidaknya 17.810 kasus ISPA terhitung sejak periode Januari hingga September 2023. Angka ini menunjukkan dampak langsung Karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

Pemerintah terus berupaya memadamkan api melalui berbagai cara, termasuk operasi udara dengan water bombing dan patroli darat. Namun, luasnya area yang terbakar dan kondisi cuaca kering menjadi tantangan tersendiri. Kepala BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih pekat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp