Monday, 10 August 2026
BREAKING
POLITIK

Kabut Asap Karhutla Mengancam, BPBD Sumsel Siapkan Opsi Libur Sekolah

Oleh Danu Ilham August 10, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Palembang, 23 Mei 2024 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah antisipasi serius terhadap potensi memburuknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu opsi yang disiapkan adalah memberikan rekomendasi untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah apabila kualitas udara di Bumi Sriwijaya semakin memprihatinkan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, H. Ikhwanuddin, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan terkini terkait karhutla yang dapat berdampak pada kualitas udara. “Kami sedang menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar dampak buruk karhutla ini tidak terlalu dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak didik kita,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima pada Kamis (23/5/2024).

Rekomendasi libur sekolah ini akan menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan jika indeks pencemaran udara, khususnya Particulate Matter 2.5 (PM2.5), menunjukkan angka yang membahayakan kesehatan. BPBD Sumsel akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk mengambil keputusan tersebut. Tujuannya adalah untuk melindungi kesehatan siswa dari paparan asap yang dapat menimbulkan berbagai penyakit pernapasan.

Lebih lanjut, Ikhwanuddin menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut merupakan bagian dari strategi penanggulangan karhutla secara menyeluruh. “Kita tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga bagaimana meminimalisir dampak negatifnya bagi masyarakat,” tambahnya. Pihaknya juga terus berupaya mengintensifkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Upaya pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala melalui stasiun pemantau yang tersebar di beberapa titik strategis di Sumatera Selatan. Data ini menjadi dasar bagi BPBD Sumsel dalam mengeluarkan peringatan dini dan rekomendasi kepada instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan sekolah. Tindakan preventif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, dari ancaman kabut asap karhutla.

Bagikan: Facebook X WhatsApp