Jorge Martin, pembalap Pramac Racing, melontarkan klaim mengejutkan bahwa Sirkuit Aragon adalah salah satu lintasan terburuk bagi motor Aprilia. Pernyataan ini datang justru setelah Aprilia Racing memecahkan rekor lap di sirkuit yang sama pada sesi latihan hari Jumat (22/9/2023) lalu.
Meskipun Aprilia menunjukkan performa impresif di Aragon, Martin justru merasa sirkuit tersebut secara historis menjadi tantangan bagi pabrikan asal Italia itu. Ia mengungkapkan pandangannya bahwa Aragon bukanlah tempat yang ideal bagi karakteristik motor Aprilia.
“Sejujurnya, ini adalah salah satu lintasan terburuk kami,” ujar Martin seperti dikutip dari Crash.net. Pernyataan ini mencerminkan pandangan pribadi Martin yang mungkin berbeda dengan data performa tim secara keseluruhan. Ia menambahkan, “Tetapi kami harus datang ke sini dan mencoba mendapatkan hasil terbaik.”
Martin mengakui bahwa hasil yang diraih pada hari Jumat, di mana ia mencatatkan waktu tercepat dengan 1 menit 46,487 detik, merupakan pencapaian luar biasa. Rekor lap baru yang ia cetak ini mengalahkan catatan waktu terbaik sebelumnya yang dipegang oleh Enea Bastianini pada tahun 2022.
“Untuk saat ini, kami sangat senang. Kami memecahkan rekor lap di sini, yang merupakan sesuatu yang tidak kami harapkan,” ungkap Martin. Ia menambahkan bahwa timnya telah bekerja keras untuk menemukan setelan yang tepat di Aragon.
Meskipun demikian, Martin tetap berhati-hati dalam memprediksi performa selanjutnya. Ia menyadari bahwa Aragon memiliki karakteristik unik yang bisa saja kembali menjadi kendala bagi Aprilia di balapan mendatang. “Saya pikir kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan,” katanya.
Martin menyoroti bahwa Sirkuit Aragon memiliki tata letak yang menuntut performa motor secara menyeluruh, terutama dalam hal pengereman dan akselerasi keluar tikungan. Ia berharap tim dapat terus beradaptasi dan menemukan solusi untuk memaksimalkan potensi motor Aprilia di sirkuit ini.
