Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, menyoroti perbedaan atmosfer yang dirasakannya di Stadion Pakansari dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjelang laga perdana Grup A Piala AFF 2026 melawan Kamboja. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada Kamis (21/12/2023).
Herdman, yang baru saja memimpin Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Filipina, mengakui keunikan pengalaman di kedua stadion tersebut. Menurutnya, SUGBK memiliki kapasitas penonton yang jauh lebih besar, menciptakan energi yang berbeda dibandingkan dengan Stadion Pakansari.
“Ya, tentu saja ada perbedaan. Stadion Pakansari itu sangat intim, sangat dekat dengan aksi. Para penggemar benar-benar dekat dengan lapangan,” ujar Herdman, merujuk pada pengalaman saat Timnas Indonesia menjamu Brunei Darussalam di leg kedua putaran pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada 17 Oktober 2023 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Saat itu, Timnas Indonesia berhasil menang telak 6-0.
Berbeda dengan Pakansari, Herdman memprediksi SUGBK akan memberikan tantangan tersendiri dengan dukungan suporter yang diperkirakan membludak. Ia mengantisipasi suasana yang lebih megah dan bergemuruh di SUGBK, yang memiliki kapasitas lebih dari 77.000 penonton. “SUGBK jauh lebih besar, dan saya membayangkan itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa dengan banyaknya penonton. Ini adalah pertandingan penting bagi kami, dan saya ingin para pemain merasakan energi itu,” tambahnya.
Pelatih asal Kanada ini menekankan pentingnya adaptasi para pemain terhadap perbedaan tersebut. Meskipun Pakansari menawarkan keintiman yang bisa membakar semangat tim, SUGBK dengan skala yang lebih besar diharapkan dapat memberikan dorongan mental yang signifikan melalui dukungan masif dari publik. “Saya pikir memiliki kedua jenis stadion ini adalah hal yang baik. Anda mendapatkan pengalaman yang berbeda, dan penting bagi para pemain untuk bisa beradaptasi dengan keduanya,” pungkas Herdman.
