Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Jersei Klub Sepak Bola: Sampah Tekstil yang Mengkhawatirkan di Musim Kompetisi

Oleh Herfansyah September 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Setiap musim kompetisi sepak bola, jutaan jersei klub berakhir menjadi sampah. Sebuah eksperimen sederhana yang dilakukan oleh Joanna Czutkowna di peternakannya di Lancashire mengungkap betapa lambatnya proses dekomposisi material jersei sepak bola. Video yang merekam eksperimen tersebut menjadi viral, menyoroti isu keberlanjutan yang mendesak dalam industri tekstil olahraga.

Czutkowna, yang telah berkecimpung di dunia tekstil dan keberlanjutan selama 20 tahun, mengubur tiga item pakaian: jersei Manchester United, kaus katun, dan sweter berbahan wol-katun. Setahun kemudian, hasil penggalian mengejutkan. Kaus katun hampir sepenuhnya menghilang, menyisakan jahitan poliester. Sweter wol-katun juga telah terurai sekitar 80%. Namun, jersei Manchester United tetap utuh, hanya tampak kotor namun tak dapat dihancurkan.

Eksperimen ini, meski tidak mengejutkan bagi Czutkowna, menjadi pengingat keras bahwa jersei sepak bola bukanlah barang sekali pakai yang bisa bertahan selamanya tanpa dampak lingkungan. Tingginya produksi dan rendahnya masa pakai jersei klub menjadi masalah serius yang membutuhkan solusi daur ulang radikal.

Masalah utama terletak pada komposisi material jersei modern. Campuran poliester dan bahan sintetis lainnya yang digunakan untuk daya tahan, kenyamanan, dan performa membuat jersei sangat sulit terurai secara alami. Akibatnya, setiap tahun, ribuan ton jersei yang tidak lagi terpakai menumpuk di tempat pembuangan sampah, berkontribusi pada masalah sampah tekstil global.

Para ahli dan pegiat lingkungan menyerukan adanya perubahan mendasar dalam industri ini. Mulai dari desain produk yang lebih ramah lingkungan, penggunaan material daur ulang, hingga pengembangan sistem pengumpulan dan daur ulang jersei bekas yang lebih efektif. Inovasi dalam teknologi daur ulang tekstil juga krusial untuk mengubah jersei bekas menjadi bahan baku baru, bukan sekadar menjadi beban lingkungan.

Perhatian publik yang tertuju pada video Czutkowna diharapkan dapat mendorong kesadaran lebih luas dan menekan produsen serta klub sepak bola untuk mengambil langkah konkret. Sudah saatnya kita tidak hanya bersemangat mendukung klub kesayangan, tetapi juga peduli terhadap jejak lingkungan yang ditinggalkan oleh atribut pendukungnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp