Pemerintah Jerman menyatakan kecurigaan kuat bahwa Rusia berada di balik serangan drone yang menghantam bandara Leipzig pada Sabtu, 20 April 2024. Insiden ini memicu respons tegas dari Berlin, yang langsung meningkatkan status ancaman dan mengumumkan penutupan konsulat Rusia.
Serangan yang terjadi di bandara Leipzig tersebut diduga kuat merupakan tindakan yang disengaja. Meskipun rincian spesifik mengenai jenis drone dan dampaknya belum diungkapkan secara detail, pemerintah Jerman tidak ragu untuk mengaitkan insiden ini dengan Federasi Rusia. Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, secara tegas menyatakan bahwa serangan ini tidak dapat ditoleransi dan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Jerman.
Sebagai respons atas dugaan serangan tersebut, Jerman mengambil langkah diplomatik yang signifikan. Pemerintah Jerman memutuskan untuk meningkatkan tingkat ancaman keamanan nasionalnya. Selain itu, keputusan drastis diambil dengan menutup konsulat Rusia yang beroperasi di Jerman. Langkah ini mencerminkan keseriusan Jerman dalam menanggapi apa yang dianggap sebagai provokasi dari pihak Rusia.
Annalena Baerbock dalam pernyataannya menegaskan, “Kami tidak akan mentolerir serangan terhadap kedaulatan kami.” Ia menambahkan bahwa tindakan balasan yang diambil oleh Jerman adalah respons yang proporsional terhadap pelanggaran yang terjadi. Penutupan konsulat Rusia diharapkan dapat memberikan tekanan diplomatik lebih lanjut kepada Moskow untuk menjelaskan dan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Insiden ini menambah daftar ketegangan antara Jerman dan Rusia yang telah memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina. Peningkatan ancaman dan penutupan konsulat menunjukkan bahwa hubungan kedua negara kini berada di titik terendah. Jerman berharap tindakan tegas ini dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang dan mendorong Rusia untuk menghentikan tindakan provokatifnya.
