Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Mengenang Kemenangan Dramatis Belanda atas Maroko di Amerika Serikat 1994

Emanuel

Pertemuan Timnas Belanda dengan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan pada Selasa (30/6) pagi WIB, bukan sekadar laga biasa. Bagi De Oranje, julukan timnas Belanda, duel ini membawa memori manis dari masa lalu yang bisa menjadi suntikan motivasi. Mereka pernah mengalahkan Maroko dengan skor tipis 2-1 dalam ajang Piala Dunia, sebuah catatan sejarah yang patut dikenang jelang pertemuan krusial ini.

Laga mendatang di Stadion Monterrey akan menjadi pertemuan keempat antara Belanda dan Maroko sepanjang sejarah, sekaligus yang kedua kalinya di panggung akbar Piala Dunia. Belanda berhasil melangkah ke fase gugur turnamen akbar empat tahunan ini sebagai juara Grup F, menunjukkan performa solid dan konsisten mereka di babak penyisihan. Sementara itu, Maroko tampil sebagai runner-up Grup C, membuktikan kualitas dan transformasi mereka sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah internasional.

Dari tiga pertemuan sebelumnya, Belanda jelas mendominasi catatan head-to-head. Skuad Oranye berhasil mengamankan dua kemenangan, sementara Maroko hanya mampu mencuri satu kemenangan. Salah satu kemenangan krusial yang diraih Belanda terjadi di ajang Piala Dunia, meninggalkan jejak sejarah yang bisa menjadi modal psikologis penting bagi kedua tim.

Kilas balik membawa kita ke fase grup Piala Dunia 1994 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, sebuah edisi yang dikenang banyak pecinta sepak bola. Saat itu, Belanda dan Maroko dipertemukan dalam pertandingan sengit di Stadion Camping World, Orlando. Belanda, yang kala itu berada di bawah arahan pelatih legendaris Dick Advocaat, berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Singa Atlas dalam laga yang berlangsung pada 25 Juni 1994.

Jalannya pertandingan pada sore yang terik di Amerika Serikat itu penuh drama dan jual beli serangan. Belanda membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-42 melalui skill individu yang memukau dari Dennis Bergkamp. Penyerang lincah itu melepaskan tembakan kaki kiri terukur dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan matang dari Peter van Vossen, membuat skor berubah 1-0 untuk keunggulan De Oranje menjelang jeda.

Memasuki babak kedua, Maroko tidak menyerah begitu saja. Mereka bangkit dengan cepat dan berhasil mencetak gol balasan hanya dua menit setelah peluit babak kedua dibunyikan, tepatnya pada menit ke-46. Gol penyama kedudukan tersebut lahir dari sepakan kaki kiri Hassan Nader, yang sukses memanfaatkan assist cerdik dari Mustapha Hadji, menjadikan skor imbang 1-1 dan memanaskan jalannya pertandingan.

Namun, Belanda menunjukkan karakter pantang menyerah khas Oranye. Meskipun Maroko berhasil menyamakan kedudukan dan membangun momentum, De Oranje kembali unggul. Pada menit ke-79, pemain pengganti Bryan Roy berhasil mencatatkan namanya di papan skor, membawa Belanda kembali memimpin. Gol penentu kemenangan Belanda itu tercipta berkat umpan brilian dari Dennis Bergkamp, yang sekali lagi menunjukkan perannya sebagai kreator serangan utama dalam laga tersebut. Kala itu, skuad Belanda juga masih diperkuat oleh bek tangguh yang kini menjabat sebagai pelatih timnas, Ronald Koeman.

Kemenangan penting atas Maroko ini tidak hanya mengamankan tiga poin bagi Belanda, tetapi juga memantapkan posisi mereka sebagai juara Grup F Piala Dunia 1994. Hasil tersebut memastikan langkah mereka ke babak 16 besar, di mana mereka kemudian berhadapan dengan Republik Irlandia. Bagi Maroko, kekalahan ini tentu menjadi pil pahit yang mengakhiri perjalanan mereka di turnamen bergengsi tersebut lebih awal, setelah menunjukkan perlawanan yang gigih.

Setelah kekalahan di Piala Dunia 1994 tersebut, Maroko sempat membalas dendam dan mencatatkan kemenangan mereka. Mereka berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Belanda dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Stadion GelreDome, Arnhem, pada April 1999. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Singa Atlas juga memiliki potensi untuk menumbangkan raksasa Eropa, meskipun bukan di panggung Piala Dunia.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Mei 2017, juga dalam laga persahabatan. Dalam pertandingan tersebut, Belanda kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih kemenangan 2-1 atas Maroko. Hasil ini semakin memperkuat rekor positif Belanda dalam sejarah pertemuan kedua tim, menegaskan bahwa De Oranje seringkali unggul dalam duel-duel mereka.

Dengan catatan sejarah yang cukup berpihak kepada mereka, Timnas Belanda berpotensi membawa modal psikologis yang signifikan jelang duel krusial di Stadion Monterrey nanti. Namun, Maroko yang telah menunjukkan transformasi menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah internasional, pastinya tidak akan gentar dengan rekor masa lalu. Pertandingan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini diprediksi akan menjadi ajang pembuktian, apakah sejarah akan terulang atau Maroko mampu menciptakan babak baru dalam rivalitas mereka dengan Belanda di panggung global.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All