Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
POLITIK

Jaringan Irigasi Air Tanah Diresmikan di Banjar, Dukung Ketahanan Pangan Hadapi El Nino

Oleh Danu Ilham August 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) telah meresmikan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Proyek senilai Rp14,7 miliar ini dibangun dengan tujuan krusial untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan.

Pembangunan JIAT di Banjar merupakan respons strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan akan memicu musim kemarau panjang. Dengan menyediakan pasokan air yang stabil dari dalam tanah, para petani di wilayah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tanam dan panen mereka, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

Direktur Irigasi dan Rawa, Dodi Linduardi, mengungkapkan bahwa proyek ini dirancang untuk menaikkan indeks pertanaman (IP) dari 100% menjadi 200%. “Kami membangun JIAT ini agar petani dapat melakukan penanaman padi dua kali dalam setahun. Kalau tidak ada air, tentu tidak bisa,” jelas Dodi saat peresmian pada Kamis (20/06/2024).

Lebih lanjut, Dodi merinci bahwa JIAT yang dibangun di Desa Cabi, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, ini memiliki luas area layanan sekitar 250 hektare. Sumber air utama berasal dari dua sumur dalam yang dirancang untuk menyuplai kebutuhan irigasi secara berkelanjutan. “Dengan adanya JIAT ini, kita berharap produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Banjar dapat meningkat, dan para petani dapat lebih berdaya saing,” tambahnya.

Proyek JIAT Banjar ini mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan pipa distribusi, bak kontrol, dan sistem kontrol level air. Investasi sebesar Rp14,7 miliar ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani, tidak hanya dalam menghadapi musim kemarau, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui peningkatan hasil pertanian.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, H. Zulkifli, turut menggarisbawahi pentingnya kehadiran JIAT ini. Ia menyatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian PUPR dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Dengan adanya JIAT ini, kami optimis lahan pertanian di Banjar akan terus produktif, bahkan di saat musim kemarau sekalipun,” ujar Zulkifli. Ia juga berharap agar masyarakat petani dapat memanfaatkan dan merawat infrastruktur ini dengan baik demi keberlanjutan manfaatnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp