Bagi pemilik sepeda motor yang jarang mengendarainya, menjaga kondisi aki (accu) agar tetap prima adalah hal krusial. Aki merupakan komponen vital yang menunjang kelistrikan motor, sehingga perawatannya penting agar tidak cepat rusak dan performa motor tetap terjaga.
Salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan aki adalah dengan melakukan pengisian daya secara rutin. Menurut para pakar otomotif, disarankan untuk melakukan pengisian daya setidaknya seminggu sekali, terutama jika motor jarang sekali digunakan. Pengisian daya ini dapat dilakukan menggunakan charger aki yang banyak tersedia di pasaran.
Selain pengisian daya, kebersihan terminal aki juga perlu diperhatikan. Terminal aki yang kotor atau berkarat dapat menghambat aliran listrik, yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja aki. Membersihkan terminal aki secara berkala dengan sikat kawat atau lap bersih dapat mencegah masalah ini. Pastikan terminal aki dalam keadaan kering setelah dibersihkan sebelum memasang kembali.
Apabila motor akan disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, disarankan untuk melepaskan sambungan aki. Melepaskan terminal negatif (-) terlebih dahulu, kemudian terminal positif (+), akan mencegah aki mengalami pengosongan daya secara perlahan akibat korsleting ringan atau terhubungnya sistem kelistrikan lain yang tidak perlu. Saat akan digunakan kembali, pasang kembali terminal aki dengan urutan yang sama terbalik: positif (+) terlebih dahulu, baru negatif (-).
Terakhir, perhatikan juga level air aki. Untuk aki basah, pastikan ketinggian air aki berada pada batas normal yang tertera pada bodi aki. Kekurangan air aki dapat menyebabkan aki cepat panas dan rusak. Jika air aki berkurang, tambahkan air aki khusus (air suling) sesuai takaran. Hindari penggunaan air minum atau air biasa karena dapat merusak sel aki.
