Iran Buka Jalur Hormuz, Tawarkan Diskon Khusus untuk Negara Sahabat

Heni Maulidya

Teheran – Iran memberikan sinyal positif terkait kelancaran pelayaran internasional. Negara tersebut mencabut blokade Selat Hormuz menyusul kesepakatan awal dengan Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Keputusan ini diambil setelah Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan bagi AS untuk menyepakati negosiasi damai.

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, mengumumkan pada Sabtu (4/7) bahwa Iran akan memberlakukan biaya baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, Fazli menegaskan bahwa negara-negara sahabat akan mendapatkan perlakuan khusus. Kebijakan ini diharapkan mulai berlaku setelah periode 60 hari gratis yang disepakati dalam perjanjian awal dengan AS untuk kapal komersial.

"Sebagai negara yang memiliki perairan teritorial di Selat Hormuz, kami tentu akan mengenakan biaya layanan," ujar Fazli, mengutip AFP, Minggu (5/7). Biaya ini mencakup jaminan keamanan, pengawasan jalur pelayaran, serta penanganan dampak lingkungan dari lalu lintas kapal yang padat.

Iran juga meminta AS untuk mencapai kesepakatan dalam 30 hari ke depan guna mengakhiri konflik di Iran dan Lebanon. Selain itu, Iran menuntut pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Proposal damai Iran yang terdiri dari 14 poin mencakup jaminan tidak adanya agresi di masa depan. Iran juga mendesak pembebasan aset mereka yang dibekukan oleh AS dan pencabutan seluruh sanksi. Proposal ini diserahkan pada Kamis (30/5) melalui Pakistan sebagai mediator.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan, "Sekarang bola ada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif." Iran bersikeras bahwa program nuklir mereka ditujukan untuk keperluan sipil dan mempertahankan hak pengayaan uranium.

Kesepakatan awal dengan AS ini membuka harapan baru bagi stabilitas regional. Pembukaan kembali Selat Hormuz sangat krusial mengingat vitalnya jalur air ini bagi perdagangan global. Fleksibilitas Iran dalam memberikan perlakuan khusus bagi negara sahabat menunjukkan niat baik untuk menjaga hubungan baik.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Iran untuk menyelesaikan konflik secara damai. Periode 60 hari gratis bagi kapal komersial diharapkan dapat memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif. Pengaturan baru untuk Selat Hormuz ini merupakan kolaborasi antara Iran dan Oman.

"Kami pasti akan mempertimbangkan perlakuan khusus untuk negara-negara yang bersahabat dengan kami dan secara khusus mendukung kami selama masa-masa sulit," tambah Fazli, menunjukkan adanya apresiasi bagi dukungan internasional.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All