Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menguji coba sebuah teknologi baru yang berpotensi merevolusi cara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inovasi ini memanfaatkan pati singkong yang diformulasikan secara khusus untuk meningkatkan efektivitas air sebagai media pemadam api.
Dalam uji coba yang dilakukan di lapangan, teknologi berbasis pati singkong ini menunjukkan performa menjanjikan dalam membantu memadamkan api. Formulasi ini bekerja dengan cara mengubah sifat fisik air, sehingga mampu menekan dan memadamkan api lebih cepat dan efisien dibandingkan penggunaan air murni.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam keterangan resminya pada Kamis (22/2/2024), menjelaskan bahwa riset ini merupakan langkah strategis untuk mencari solusi pemadaman karhutla yang lebih efektif dan berkelanjutan. “Potensi pati singkong sebagai bahan tambahan pemadam kebakaran sangat besar. Kita terus melakukan pengembangan untuk memastikan teknologi ini siap diimplementasikan di lapangan,” ujar Laksana Tri Handoko.
Penelitian ini berfokus pada bagaimana pati singkong dapat meningkatkan kemampuan air untuk menyerap panas dan mengurangi kadar oksigen di sekitar api. Dengan demikian, proses pembakaran dapat terhambat secara signifikan. Formulasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan beberapa bahan kimia pemadam api yang mungkin memiliki dampak negatif.
Tim peneliti BRIN telah melakukan serangkaian uji coba lapangan di berbagai kondisi, termasuk simulasi kebakaran hutan. Hasil awal menunjukkan bahwa penambahan pati singkong dalam air mampu mempercepat waktu pemadaman dan mengurangi jumlah air yang dibutuhkan. Hal ini sangat krusial mengingat tantangan dalam akses air di beberapa lokasi karhutla.
Lebih lanjut, BRIN juga tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, untuk mempercepat proses hilirisasi teknologi ini. Diharapkan, dalam waktu dekat, teknologi pemadam berbasis pati singkong ini dapat segera digunakan secara luas untuk membantu mitigasi dan penanganan karhutla di seluruh Indonesia.
