Thursday, 23 July 2026
BREAKING
BERITA

Indonesia Rayakan Seabad Panas Bumi, PGE Pacu Pengembangan Energi Geotermal Bersih

Oleh Emanuel July 23, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Peringatan 100 tahun pemanfaatan panas bumi di Indonesia menjadi momentum penting bagi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk menegaskan komitmennya dalam mengembangkan energi geotermal sebagai solusi energi bersih dan berkelanjutan. PGE bertekad mempercepat pembangunan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) demi memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

Hingga saat ini, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia dalam kapasitas terpasang energi geotermal, dengan total 2.354 MW. Capaian ini merupakan hasil dari upaya panjang yang dimulai sejak 1926 di Kamojang, Jawa Barat. PGE, sebagai salah satu pemain utama di sektor ini, terus berinovasi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya panas bumi yang melimpah di Tanah Air.

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menyatakan optimisme perusahaannya dalam meningkatkan kontribusi geotermal sebagai bauran energi nasional. “Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas terpasang dan utilisasi dari pembangkit listrik tenaga panas bumi yang kami kelola,” ujar Julfi Hadi dalam acara perayaan 100 tahun panas bumi di Indonesia, yang juga dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

PGE menargetkan penambahan kapasitas terpasang sebesar 600 MW dalam lima tahun ke depan, yang akan didukung oleh pengembangan dua proyek besar: PGE Area Lahendong dan PGE Area Kamojang. Proyek Lahendong ditargetkan menambah 2 x 20 MW pada 2025, sementara Kamojang akan menambah 1 x 20 MW pada 2026. Selain itu, terdapat pula proyek-proyek lain yang sedang dalam tahap eksplorasi dan pengembangan, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengapresiasi peran PGE dalam memajukan industri panas bumi nasional. “Energi geotermal adalah energi bersih dan berkelanjutan yang sangat cocok untuk Indonesia. Kita harus terus mendorong pemanfaatannya agar bisa lebih besar lagi,” kata Arifin Tasrif. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan kebijakan dan regulasi untuk mempercepat investasi di sektor energi terbarukan, termasuk panas bumi.

Lebih lanjut, Julfi Hadi menjelaskan bahwa pengembangan energi geotermal tidak hanya berkontribusi pada bauran energi terbarukan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong perekonomian daerah. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional agar energi panas bumi dapat menjadi tulang punggung energi bersih di Indonesia,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp