Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
BERITA

Indonesia Jajaki Kolaborasi Keuangan Global: Kemenkeu Bertemu Pengelola Pusat Finansial Dubai

Oleh Emanuel July 15, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Jakarta – Upaya Indonesia dalam memperkuat sektor keuangan nasional terus berlanjut. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru-baru ini melakukan pertemuan strategis dengan perwakilan dari Dubai International Financial Centre (DIFC).

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian penjajakan kolaborasi internasional untuk menghimpun masukan berharga. Masukan tersebut sangat krusial dalam pengembangan Paviliun Indonesia di Pameran Internasional Dubai (PFII).

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Boediono, memimpin langsung delegasi Indonesia dalam dialog tersebut. Beliau didampingi oleh sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenkeu.

Sementara itu, pihak DIFC diwakili oleh Senior Vice President of Business Development, Omar Al-Nuaimi. Pertemuan berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, pada awal pekan ini.

Boediono menjelaskan, DIFC merupakan salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia. Keberadaannya telah terbukti mampu menarik investasi dan memfasilitasi berbagai kegiatan bisnis berskala global.

“Kami ingin belajar dari kesuksesan DIFC dalam membangun ekosistem keuangan yang kuat dan kompetitif,” ujar Boediono dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (23/4/2024).

Ia menambahkan, Kemenkeu ingin menyerap berbagai pengalaman dan praktik terbaik dari DIFC. Hal ini penting untuk merumuskan strategi yang tepat dalam mengembangkan Paviliun Indonesia di PFII.

Paviliun Indonesia di PFII diharapkan dapat menjadi etalase potensi ekonomi dan investasi Tanah Air. Kehadiran di pameran internasional ini menjadi momentum penting untuk promosi.

Omar Al-Nuaimi menyambut baik kunjungan delegasi Kemenkeu. Ia menyampaikan kesiapan DIFC untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Indonesia. Kami melihat potensi besar dalam sektor keuangan Indonesia,” kata Al-Nuaimi.

Ia berharap, pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan. Kolaborasi ini bisa mencakup pertukaran informasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga fasilitasi investasi.

DIFC sendiri telah menjadi pusat keuangan global yang diakui sejak didirikan tahun 2004. Pusat ini menawarkan infrastruktur kelas dunia dan kerangka regulasi yang inovatif.

Kehadiran DIFC telah berhasil menarik ratusan perusahaan keuangan internasional. Termasuk institusi perbankan, manajemen aset, dan perusahaan asuransi.

Melalui pertemuan ini, Kemenkeu berharap dapat mengoptimalkan partisipasi Indonesia di PFII. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam lanskap keuangan global.

Pengembangan Paviliun Indonesia di PFII juga menjadi fokus utama. Diharapkan mampu menarik minat investor asing.

Informasi dan masukan dari DIFC akan menjadi landasan kuat. Kemenkeu akan merumuskan strategi promosi yang efektif.

Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional di kancah internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait