Presiden Joko Widodo menekankan perlunya Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekonomi, terutama dalam menghadapi kemajuan pesat negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia. Dalam sebuah kesempatan, beliau menyatakan bahwa Indonesia harus berupaya keras agar tidak tertinggal dari negara-negara tersebut. Kunci utama untuk mencapai hal ini adalah dengan menjaga stabilitas iklim investasi dan memelihara kepercayaan para pengusaha.
Menurut Presiden Jokowi, persaingan ekonomi global semakin ketat. Negara-negara seperti Vietnam telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, menjadi perhatian serius bagi Indonesia. Beliau menggarisbawahi bahwa untuk dapat bersaing, Indonesia wajib menjaga kepercayaan investor agar mereka tetap menanamkan modalnya di tanah air. Kepercayaan ini, lanjutnya, dibangun melalui konsistensi kebijakan dan stabilitas ekonomi yang terjamin.
Dalam sebuah video yang beredar, Presiden Jokowi secara gamblang menyampaikan tantangan ini. Ia mengingatkan bahwa saat ini Vietnam dan negara-negara lain di sekitarnya memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Hal ini menjadi alarm bagi Indonesia untuk segera berbenah dan meningkatkan performa ekonominya. Jika tidak, Indonesia berisiko tersalip dalam perlombaan ekonomi regional.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya peran pengusaha dalam memajukan perekonomian nasional. “Kita harus berani bersaing. Kita harus berani berlari kencang agar tidak ketinggalan dengan negara-negara lain,” ujar Presiden Jokowi. Ia menekankan bahwa penciptaan iklim investasi yang kondusif merupakan prasyarat mutlak agar para pengusaha merasa aman dan tertarik untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Stabilitas ini mencakup kepastian hukum, kemudahan birokrasi, dan dukungan kebijakan yang pro-investasi.
Presiden juga menyoroti perlunya Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, Indonesia dapat menawarkan keunggulan kompetitif yang lebih menarik dibandingkan negara lain. Upaya ini tidak hanya penting untuk menarik investasi baru, tetapi juga untuk mempertahankan investor yang sudah ada, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
