Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
BERITA

Harimau Jawa Diperkirakan Masih Hidup di Sukabumi, Bukti Baru Muncul Pasca Kepunahan 1976

Oleh Emanuel September 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Analisis terbaru mengindikasikan kemungkinan keberadaan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) di hutan Sukabumi, Jawa Barat, meskipun spesies ini secara resmi dinyatakan punah pada tahun 1976. Temuan ini membuka kembali harapan sekaligus menimbulkan pertanyaan baru mengenai status konservasi salah satu satwa ikonik Indonesia.

Perburuan liar yang intensif dan hilangnya habitat menjadi faktor utama yang mendorong kepunahan Harimau Jawa. Namun, laporan sporadis dan kini adanya bukti-bukti baru memicu penelitian lebih lanjut. Peneliti dari Pusat Riset Biologi Konservasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mendalami indikasi kuat tersebut.

Kepala Pusat Riset Biologi Konservasi BRIN, Dr. Ir. Joko Pamungkas, M.Sc., menyatakan bahwa timnya tengah menganalisis sejumlah sampel yang menunjukkan kemungkinan adanya Harimau Jawa. “Kami sedang menganalisa sampel-sampel yang ada,” ujar Joko Pamungkas. Ia menambahkan bahwa analisis yang dilakukan meliputi analisis DNA, yang merupakan metode ilmiah untuk mengkonfirmasi keberadaan suatu spesies.

Proses identifikasi ini tidaklah mudah. Tim riset BRIN bekerja keras mengumpulkan dan menganalisis berbagai bukti yang ada di lapangan. Jika keberadaan Harimau Jawa terkonfirmasi, maka ini akan menjadi penemuan luar biasa yang memiliki implikasi besar bagi upaya konservasi di Indonesia. Penemuan ini juga akan menantang anggapan umum bahwa spesies ini telah sepenuhnya lenyap dari muka bumi.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ‘Journal of Threatened Taxa’ pada 5 Oktober 2023, telah memaparkan temuan menarik terkait kemungkinan keberadaan Harimau Jawa. Dalam studi tersebut, ditemukan beberapa bukti yang mengarah pada keberadaan harimau di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Namun, bukti-bukti tersebut belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa Harimau Jawa masih hidup.

Bukti-bukti yang ditemukan dalam penelitian tersebut antara lain adalah jejak kaki yang diduga milik harimau, sisa-sisa mangsa seperti kerbau, dan beberapa foto yang diambil menggunakan kamera jebak. Para peneliti sempat menduga adanya kemungkinan konflik antara harimau dengan kerbau, yang kemudian memicu pertanyaan apakah ada predator besar yang masih aktif di wilayah tersebut. Bahkan, dalam salah satu foto yang diambil, terlihat seekor kerbau yang diduga telah ditombak. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya aktivitas perburuan oleh manusia terhadap kerbau, yang bisa jadi merupakan bagian dari strategi untuk menjebak atau bahkan menguji keberadaan harimau.

Penelitian ini menekankan pentingnya pengumpulan data yang lebih komprehensif dan penggunaan metode ilmiah yang ketat untuk memastikan keberadaan Harimau Jawa. Jika terbukti masih ada, langkah-langkah konservasi yang lebih intensif dan terarah akan segera diimplementasikan untuk melindungi spesies yang terancam punah ini agar tidak kembali menghadapi ancaman kepunahan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp