Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
BERITA

Harga Emas Meroket di Tengah Ketidakpastian Geopolitik dan Potensi Kesepakatan

Oleh Emanuel July 22, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Harga emas kembali menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan pada hari ini. Lonjakan ini terjadi di tengah harapan akan terobosan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meskipun pasar emas tengah menghadapi tiga tantangan utama yang kerap disebut sebagai “musuh” abadi, yaitu inflasi, kenaikan suku bunga acuan, dan penguatan dolar Amerika Serikat, logam mulia ini justru mampu terbang tinggi. Data menunjukkan bahwa pada perdagangan Selasa (21/5/2024), harga emas global berjangka di Comex New York terpantau menguat 0,43% ke level US$2.430,80 per ons.

Analis dari Laba yang dikutip dari CNBC Indonesia, Ratih Mustika, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas ini sangat dipengaruhi oleh sentimen positif yang muncul dari potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. “Sentimen positif muncul dari potensi tercapainya kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Ratih.

Lebih lanjut, Ratih menambahkan bahwa hal ini juga didukung oleh data inflasi Amerika Serikat yang mulai menunjukkan tren penurunan. “Data inflasi Amerika Serikat yang mulai menunjukkan tren penurunan juga turut berkontribusi terhadap penguatan harga emas,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi menarik mengingat biasanya kenaikan inflasi akan mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Namun, kali ini, potensi meredanya ketegangan geopolitik justru menjadi katalis utama pergerakan harga emas.

Selain itu, Federal Reserve AS (The Fed) diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunga acuannya pada September mendatang. Proyeksi ini, seperti yang diungkapkan oleh Ratih, turut memberikan sentimen positif bagi emas. “The Fed akan mulai menurunkan suku bunga acuannya pada September mendatang,” jelasnya.

Kombinasi dari meredanya ketegangan geopolitik, potensi kesepakatan diplomatik, dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tampaknya lebih kuat menopang harga emas ketimbang kekhawatiran akan inflasi dan penguatan dolar AS dalam jangka pendek.

Bagikan: Facebook X WhatsApp