JAKARTA – Konsumen bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera dipastikan belum akan merasakan perubahan harga per tanggal 21 Juni 2026. PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa harga BBM yang berlaku sejak pembaruan terakhir pada 18 Juni 2026 masih dipertahankan hingga kini. Keputusan ini berlaku untuk berbagai jenis BBM yang tersedia di seluruh provinsi di Sumatera, termasuk Sumatera Selatan dan Aceh, memberikan kepastian bagi masyarakat sebelum melakukan pengisian bahan bakar.
Pembaruan harga BBM oleh Pertamina umumnya dilakukan secara berkala, biasanya pada awal setiap bulan. Mengingat tidak ada perubahan signifikan sejak pertengahan Juni, harga yang tertera akan tetap berlaku. Informasi resmi mengenai harga BBM Pertamina dapat diakses melalui situs web resmi mypertamina.id, yang menjadi rujukan utama bagi konsumen untuk mengetahui angka terbaru dan akurat.
Rincian harga BBM Pertamina di wilayah Sumatera per 21 Juni 2026 menunjukkan stabilisasi. Pertalite dengan RON 90, yang merupakan BBM bersubsidi, masih dibanderol seharga Rp10.000 per liter dengan kuota yang terbatas. Demikian pula, Biosolar Subsidi dengan CN 48 tetap pada angka Rp6.800 per liter, juga dengan pembatasan kuota. Kedua jenis BBM bersubsidi ini harganya sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan tidak akan berubah kecuali ada instruksi baru.
Untuk BBM non-subsidi, Pertamax dengan RON 92 dijual seharga Rp16.650 per liter. Varian Pertamax yang dijual melalui Pertashop memiliki harga sedikit lebih rendah, yaitu Rp16.550 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dilaporkan tidak tersedia di wilayah Sumatera.
Bagi pengguna BBM dengan oktan lebih tinggi, Pertamax Turbo RON 98 dibanderol Rp21.200 per liter. Untuk jenis diesel, Dexlite CN 51 dijual dengan harga Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex CN 53 seharga Rp25.350 per liter. Semua varian non-subsidi ini harganya dapat mengalami penyesuaian sesuai dengan dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.
Perbandingan harga BBM non-subsidi di Sumatera dengan wilayah Jawa menunjukkan adanya selisih yang konsisten. Pertamax RON 92 di Sumatera sedikit lebih mahal, yaitu Rp16.650 per liter, dibandingkan dengan Rp16.250 per liter di Jawa, selisihnya Rp400. Pertamax Turbo RON 98 di Sumatera seharga Rp21.200 per liter, sementara di Jawa Rp20.750 per liter, dengan selisih Rp450.
Dexlite CN 51 di Sumatera dipatok Rp23.500 per liter, sedangkan di Jawa Rp23.000 per liter, selisih Rp500. Untuk Pertamina Dex CN 53, harganya di Sumatera adalah Rp25.350 per liter, berbanding dengan Rp24.800 per liter di Jawa, dengan selisih Rp550. Perbedaan harga ini merupakan konsekuensi dari penerapan skema harga zonasi oleh Pertamina, yang memperhitungkan berbagai komponen biaya distribusi dan operasional yang berbeda di setiap regional.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi harga BBM melalui sumber resmi guna menghindari informasi yang tidak akurat. Selain mypertamina.id, aplikasi MyPertamina juga menyediakan fitur khusus "Harga BBM" dan "Lokasi SPBU", memudahkan konsumen untuk menemukan stasiun pengisian bahan bakar terdekat dan mengetahui harga yang berlaku. Penting untuk memastikan SPBU yang dikunjungi adalah SPBU resmi Pertamina, karena SPBU ilegal atau mini-pom tidak terikat dengan harga resmi yang ditetapkan.
Mengenai kemungkinan perubahan harga, Pertamina biasanya melakukan evaluasi harga BBM non-subsidi setiap awal bulan. Namun, perubahan mendadak dapat terjadi jika ada gejolak signifikan pada harga minyak mentah dunia atau nilai tukar rupiah, yang akan diumumkan secara resmi. Pembaruan harga berikutnya secara umum diperkirakan akan terjadi pada 1 Juli 2026. Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, perubahan harga hanya dapat dilakukan atas keputusan pemerintah.
Penting bagi konsumen untuk tetap memantau kanal informasi resmi Pertamina, termasuk mypertamina.id dan siaran pers perusahaan, agar tidak ketinggalan informasi terbaru mengenai fluktuasi harga BBM. Harga Pertamax Rp16.650 dan Pertamax Turbo Rp21.200 yang berlaku saat ini di Sumatera adalah angka resmi yang telah ditetapkan dan masih berlaku hingga ada pengumuman perubahan lebih lanjut. Dinamika harga BBM ini menjadi perhatian penting bagi pengguna kendaraan bermotor, baik pribadi maupun komersial, dalam merencanakan anggaran operasional mereka.











