Merapi di Jawa Timur, Gunung Semeru, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin (3/8) pagi. Sebanyak lima kali erupsi tercatat terjadi, meluncurkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian bervariasi antara 300 meter hingga 700 meter di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Kejadian erupsi ini berlangsung secara beruntun pada pagi hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa seluruh kolom abu vulkanik yang dimuntahkan mengarah ke sektor barat daya. Ketinggian maksimum kolom abu yang teramati mencapai 700 meter.
Lebih lanjut, PVMBG juga menginformasikan bahwa gempa letusan atau erupsi yang terjadi memiliki amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi antara 60 hingga 150 detik. Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh PVMBG. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 4 kilometer dari puncak. Hal ini penting untuk mencegah potensi bahaya susulan akibat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru. Zona berbahaya ini ditetapkan mengingat potensi lontaran batu pijar saat erupsi masih mungkin terjadi.
PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru secara intensif. Melalui pos pengamatan Gunung Api Semeru yang berlokasi di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, data aktivitas vulkanik terus dikumpulkan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan pihak terkait.
